Menu

Mode Gelap
Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi

PEMDA · 6 Feb 2026 11:04 WIB ·

Wagub Vasko dan Raffi Ahmad Hadirkan Huntara Internet Gratis


					Wagub Vasko dan Raffi Ahmad Hadirkan Huntara Internet Gratis Perbesar

Padang, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] Sebanyak 100 Kepala Keluarga (KK) korban bencana hidrometeorologi di Kota Padang kini resmi memiliki tempat berteduh yang jauh lebih layak. Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy, meresmikan Hunian Sementara (Huntara) Mandiri Kepalo Koto di Kecamatan Pauh, Kamis (5/2/2026). Huntara ini hadir sebagai solusi bagi warga yang sebelumnya terpaksa mengungsi di sekolah maupun rumah ibadah.

Proyek kemanusiaan ini menarik perhatian publik karena dibangun atas kolaborasi “keroyokan”. Selain inisiatif Wagub Vasko dan Wakil Ketua DPRD Sumbar Evi Yandri Rajo Budiman, pembangunan ini mendapat dukungan finansial dari Utusan Khusus Presiden, Raffi Ahmad, serta sektor swasta lainnya.

Hunian Bermartabat: Lengkap dengan Fasilitas Digital
Berbeda dengan konsep huntara konvensional yang sering kali ala kadarnya, Huntara Mandiri Kepalo Koto didesain untuk menjamin martabat pengungsi. Dalam waktu singkat (45 hari), pemerintah dan relawan berhasil menyediakan unit yang tidak hanya aman secara fisik, tetapi juga dilengkapi dengan peralatan rumah tangga, aliran listrik, hingga akses internet gratis.

“Tujuannya agar warga terdampak bisa tinggal lebih layak, aman, dan bermartabat sambil menunggu hunian tetap selesai dibangun. Ini adalah wujud kolaborasi nyata,” tegas Vasko Ruseimy saat menyerahkan aset tersebut kepada Wali Kota Padang.

Gotong Royong Tanpa Batas
Di balik kokohnya 100 unit bangunan ini, terselip kisah kedermawanan lokal. Lahan pembangunan merupakan pinjaman sukarela dari seorang warga setempat bernama Choa (Suku Jambak). Tanpa kontribusi lahan tersebut, percepatan pembangunan yang memakan waktu dari pertengahan Desember hingga akhir Januari ini mustahil terwujud.

Keberhasilan proyek ini juga melibatkan barisan panjang relawan dan institusi, mulai dari SatBrimob Polda Sumbar, PLN, Semen Padang, hingga Tagana lintas provinsi (Mentawai hingga Kalimantan Selatan). Sinergi ini menunjukkan bahwa pemulihan pascabencana di Sumatera Barat telah bergeser dari sekadar bantuan darurat menjadi aksi terintegrasi yang menyentuh aspek psikologis dan teknologi bagi penyintas.

Wali Kota Padang, Fadly Amran, menyatakan bahwa kehadiran Huntara ini sangat meringankan beban pemerintah kota dalam menangani 400 jiwa warga yang kehilangan tempat tinggal. Kini, warga bisa bernapas lega dan mulai menata kembali kehidupan mereka dari “benteng” baru di Kepalo Koto.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 11 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Hasil Reses DPRD Sumbar: Penentu Alokasi Pembangunan Nagari

29 April 2026 - 20:08 WIB

Langkah Berani DPRD Sumbar Amankan Anggaran Pembangunan Desa

29 April 2026 - 17:08 WIB

Seribu Konten Kreator Siap Sulap Jateng Jadi Desa Wisata

29 April 2026 - 01:15 WIB

Rapor LKPJ Sumbar versi DPRD: Proyek Gagal dan Pendapatan Meleset

28 April 2026 - 20:40 WIB

Premanisme Berseragam Dishub Halmahera Selatan Coreng Wajah Birokrasi

28 April 2026 - 20:05 WIB

Otonomi Daerah Harus Jadi Mesin Sejahtera Rakyat Desa

28 April 2026 - 13:37 WIB

Trending di PEMDA