Padang, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] – Persoalan di lapangan tidak cukup diselesaikan dengan sekadar penertiban. Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, membawa paradigma baru dalam dialog bersama aktivis di Padang, Jumat (12/6/2026): masalah daerah harus diurai hingga ke akar penyebabnya, terutama di tingkat nagari. Bagi masyarakat perdesaan, pendekatan ini adalah angin segar yang menempatkan desa sebagai aktor utama dalam pembangunan dan pemecahan masalah.
Tantangan seperti pertambangan emas ilegal (PETI) yang kerap merusak ekosistem desa kini dipandang sebagai masalah distribusi. Mahyeldi menegaskan bahwa kendali BBM di tingkat SPBU adalah kunci untuk meminimalisir penggunaan alat berat ilegal yang merusak lingkungan desa. Dengan mengendalikan suplai dari hulu, dampak kerusakan di hilir dapat ditekan. Ini adalah strategi yang melindungi ekonomi berkelanjutan masyarakat desa agar tidak terjebak dalam aktivitas destruktif.
Di sektor pendidikan, tantangan geografis Sumbar yang berbukit dan memiliki nagari terpencil menjadi fokus perhatian. “Jangan sampai ada anak yang kehilangan akses pendidikan hanya karena persoalan lokasi,” tegas Mahyeldi. Pemerintah provinsi berkomitmen memperkuat peran komite sekolah agar partisipasi warga dalam menjaga mutu pendidikan lebih transparan. Langkah ini didukung dengan pengembangan sekolah berasrama dan inovasi pembelajaran jarak jauh, memastikan anak-anak dari nagari terjauh tetap mendapatkan hak pendidikan yang setara.
Namun, di atas segalanya, kunci kemajuan Sumatera Barat terletak pada penguatan institusi nagari. Mahyeldi percaya bahwa ruang dialog yang lebih dekat dengan komunitas di tingkat nagari dapat menyelesaikan persoalan sosial secara lebih cepat dan humanis. Pembangunan tidak boleh meninggalkan harmoni sosial. Dengan memperkuat peran keluarga dan institusi nagari sebagai benteng ketahanan sosial, Sumatera Barat sedang membangun fondasi bagi nagari-nagari yang maju, mandiri, namun tetap kokoh menjaga persatuan dan nilai-nilai lokal di tengah derasnya arus modernisasi.


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.