Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

KABAR PEMDA · 14 Jun 2026 14:18 WIB ·

Belajar dari Banjir Sumbar: Saat Desa Harus Kembali Hijau


					Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah saat memimpin aksi penanaman 1.000 pohon di kawasan Hutan Kota Malvinas, sempadan Sungai Batang Kuranji, Kota Padang, Jumat (12/6/2026), dalam rangka peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia sekaligus rehabilitasi kawasan terdampak banjir besar akhir tahun lalu. Perbesar

Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah saat memimpin aksi penanaman 1.000 pohon di kawasan Hutan Kota Malvinas, sempadan Sungai Batang Kuranji, Kota Padang, Jumat (12/6/2026), dalam rangka peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia sekaligus rehabilitasi kawasan terdampak banjir besar akhir tahun lalu.

Padang, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] Tragedi banjir bandang dan longsor yang melanda Sumatera Barat pada akhir November 2025 bukan sekadar bencana alam, melainkan alarm bahaya bagi kelangsungan hidup desa-desa di seluruh penjuru provinsi. Dengan total kerugian mencapai Rp33,52 triliun, bencana ini menghancurkan ribuan rumah dan menelan ratusan korban jiwa. Di balik angka-angka statistik yang memilukan, terselip pesan mendesak: biaya untuk memulihkan lingkungan jauh lebih mahal dibandingkan upaya pencegahannya.

Data deforestasi yang mencapai 1.034 persen di wilayah terdampak menjadi bukti nyata krisis ekologis yang dipicu oleh alih fungsi lahan dan pertambangan. Desa-desa yang berada di zona hilir atau dekat dengan badan sungai kini menanggung risiko paling besar akibat hilangnya tutupan hutan di wilayah hulu. Fenomena ini mengubah cara pandang kita terhadap pembangunan; desa tidak bisa lagi sekadar membangun infrastruktur fisik tanpa mempertimbangkan keseimbangan ekosistem DAS (Daerah Aliran Sungai).

Sebagai langkah pemulihan, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menggelar aksi penanaman 1.000 pohon di Hutan Kota Malvinas, Padang, Jumat (12/6/2026). Kawasan seluas 24 hektare ini dipilih karena kerusakan vegetasi pascabanjir yang sangat parah. Sinergi lintas sektor—mulai dari pemerintah, BUMN, hingga akademisi—dikerahkan untuk mengembalikan “wajah hijau” kawasan tersebut. Penanaman pohon matoa, mangga, hingga bayur bukan hanya aksi seremonial, melainkan ikhtiar memperkuat daya dukung lingkungan agar risiko banjir tidak lagi melumpuhkan ekonomi warga.

Pelajaran dari Malvinas harus dibawa ke level desa. Pemerintah desa didorong untuk lebih berani menegakkan aturan sempadan sungai dan melaporkan aktivitas ilegal seperti penambangan emas tanpa izin (PETI) yang merusak hulu sungai. Transformasi menjadi Green Forest City atau desa mandiri lingkungan adalah harga mati bagi ketahanan wilayah di masa depan. Kepedulian terhadap lingkungan, mulai dari pengelolaan sampah hingga perawatan pohon, kini harus menjadi karakter setiap warga desa. Bencana 2025 telah mengajari kita bahwa jika alam diabaikan, maka desa akan menjadi pihak pertama yang kehilangan masa depannya. Kini saatnya menata ulang pembangunan dengan menjadikan mitigasi bencana sebagai napas utama kebijakan di setiap desa.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 29 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Alarm Kematian Mental Anak Membayangi Sumbar Emas 2045

29 Juli 2026 - 15:01 WIB

Jembatan Bailey Rp4,9 Miliar: Sambungan Hidup yang Sempat Putus

29 Juli 2026 - 10:03 WIB

ASN Pulang Kampung: Berkah atau Bencana Pelayanan Desa?

29 Juli 2026 - 09:52 WIB

Aturan Baru Pilkades Purworejo Antisipasi Fenomena Kotak Kosong

27 Juli 2026 - 16:05 WIB

Warga Sumbar Diajak Aktif Jaga Ketertiban Lingkungan

25 Juli 2026 - 19:19 WIB

Ombudsman Evaluasi Pelayanan Publik Sumbar, OPD Diwajibkan Berinovasi

24 Juli 2026 - 22:20 WIB

Trending di KABAR