Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

KABAR PEMDA · 15 Jun 2026 10:48 WIB ·

Pilkades Serentak Pemalang: Menguji Integritas Demokrasi di Desa


					Camat Ulujami, Waluyo Perbesar

Camat Ulujami, Waluyo

Ulujami, Pemalang, Jawa Tengah [DESA MERDEKA] Di sudut-sudut desa di Kecamatan Ulujami, Pemalang, denyut demokrasi mulai terasa berdetak lebih kencang. Menjelang Pilkades serentak pada 8 November 2026, bukan hanya baliho calon yang mulai menghiasi pinggiran jalan, melainkan juga persiapan matang aparat kecamatan dalam menjaga marwah pesta demokrasi akar rumput ini. Camat Ulujami, Waluyo, menegaskan bahwa kesuksesan pemilihan bukan soal siapa yang menang, tetapi bagaimana prosesnya berjalan tanpa meninggalkan sengketa yang bisa melumpuhkan roda pemerintahan desa.

“Demokrasi di desa itu unik karena kita hidup bertetangga. Pemahaman regulasi yang sama di antara panitia adalah kunci untuk meminimalisir potensi perpecahan,” ujar Waluyo. Di Pemalang, tantangan ini bukan main-main. Sebanyak 172 desa akan menentukan nahkoda baru mereka. Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro, pun telah mengeluarkan “garis merah”: kondusivitas adalah harga mati.

Sorotan tajam kini tertuju pada Badan Permusyawaratan Desa (BPD) yang memegang peran sentral sebagai penanggung jawab lapangan. Di tengah ancaman praktik politik uang—yang bahkan disebut beberapa pihak bisa mencapai angka fantastis—masyarakat desa di Pemalang dituntut menjadi pemilih cerdas. Bukan lagi soal transaksional, tapi tentang rekam jejak dan dedikasi calon untuk membangun kemandirian ekonomi desa.

Mekanisme calon tunggal melawan “kotak kosong” pun telah disiapkan sebagai jalan terakhir jika kontestasi tidak memunculkan pilihan lain, sebuah prosedur yang kini menjadi standar kepatuhan hukum di Jawa Tengah. Bagi warga di wilayah seperti Ulujami, Randudongkal, hingga Petarukan, Pilkades 2026 adalah momentum emas. Jika panitia tetap netral dan warga menolak politik uang, maka pemimpin yang lahir nanti bukanlah hasil dari “bursa jual beli suara”, melainkan sosok yang memang diamanahkan oleh nurani rakyat untuk membawa perubahan nyata bagi desanya.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Ketua DPRD Sumbar Muhidi Ajak Pelaku UMKM Sumbar Terus Belajar dan Mengembangkan Usaha

15 September 2026 - 19:05 WIB

Petaka Kotak Kuning di Ujung Antrean Tapal Batas

11 September 2026 - 12:36 WIB

Ibu-Ibu Dasawisma Dipaksa Jinakkan Bom Waktu Sampah Sumbar

3 September 2026 - 21:09 WIB

Dilema Songket di Marketplace, Ujian Berat Kepala DPMD Sumbar

3 September 2026 - 17:15 WIB

Infrastruktur Rapuh Jadi Batu Sandungan Terbesar UMKM Sumbar Naik Kelas

31 Agustus 2026 - 10:30 WIB

APBD Sumbar 2027 Kritis, Anggaran Nagari Terancam Dipangkas

28 Agustus 2026 - 09:24 WIB

Trending di KABAR PEMDA