Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

PEMDA · 16 Jun 2026 13:46 WIB ·

Vasko Ruseimy: Semangat Perang Manggopoh Harus Menjadi Inspirasi Bagi Generasi Muda


					Vasko Ruseimy: Semangat Perang Manggopoh Harus Menjadi Inspirasi Bagi Generasi Muda Perbesar

AGAM, Sumatera Barat ( DESA MERDEKA) — Wakil Gubernur Sumatera Barat (Wagub Sumbar), Vasko Ruseimy mengajak generasi muda untuk menjadikan semangat perjuangan para pahlawan sebagai energi dalam menghadapi tantangan zaman. Pesan itu disampaikannya saat menjadi inspektur upacara peringatan 117 Tahun Perang Manggopoh di Lapangan GOR Buya Hamka, Manggopoh, Kabupaten Agam, Senin (15/6/2026).

Menurut Vasko, Perang Manggopoh bukan sekadar catatan sejarah, tetapi warisan nilai yang menunjukkan keberanian, persatuan, dan keteguhan masyarakat Minangkabau dalam memperjuangkan keadilan serta mempertahankan martabat bangsa.

“Perjuangan para pahlawan harus kita maknai sebagai sumber inspirasi untuk membangun daerah dan bangsa. Semangat keberanian, kepedulian, serta pengorbanan yang ditunjukkan para pejuang Manggopoh harus tetap hidup dalam diri generasi hari ini,” ujar Vasko.

Ia menegaskan bahwa Pemprov Sumbar berkomitmen menjaga dan merawat memori kolektif perjuangan para pahlawan melalui berbagai upaya pelestarian sejarah, pendidikan karakter, dan penguatan nilai-nilai kebangsaan di tengah masyarakat.

Vasko juga menilai sosok para pejuang Perang Manggopoh, terutama Mandeh Siti Manggopoh, merupakan teladan yang relevan sepanjang masa. Keberanian mereka menunjukkan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk memperjuangkan kebenaran dan keadilan.

“Peringatan seperti ini penting untuk memastikan generasi muda tidak tercerabut dari akar sejarahnya. Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya dan mampu mengambil pelajaran dari perjalanan sejarahnya,” tambah Vasko.

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Wakil Bupati Agam Muhammad Iqbal juga menegaskan hal yang sama. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus meneladani semangat perjuangan rakyat Manggopoh yang berani melawan penjajahan demi menegakkan harga diri bangsa.

“Hari ini kita berdiri di atas tanah yang dahulu menjadi saksi keberanian masyarakat Manggopoh. Perang Manggopoh yang meletus pada 15 Juni 1908 merupakan bentuk nyata perlawanan rakyat Minangkabau terhadap ketidakadilan dan pemaksaan kebijakan oleh penjajah,” ujar Iqbal usai upacara.

Ia menjelaskan bahwa Perang Manggopoh dan Perang Kamang merupakan satu kesatuan gerakan rakyat Agam dalam menentang kolonialisme Hindia Belanda. Menurutnya, kedua peristiwa tersebut memiliki nilai heroisme yang tinggi dan telah tercatat dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia.

Iqbal juga menyoroti peran Mandeh Siti Manggopoh sebagai salah satu tokoh utama perlawanan rakyat. Ia menyebut para pejuang Perang Manggopoh sejatinya layak dikenang sebagai pahlawan bangsa yang telah mengorbankan jiwa dan raga demi mempertahankan kehormatan masyarakat Minangkabau.

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa Perang Manggopoh memiliki keistimewaan tersendiri karena menjadi salah satu perlawanan rakyat yang dipicu oleh penolakan terhadap kebijakan belasting atau pajak yang diberlakukan pemerintah kolonial. Bahkan ketika banyak daerah lain telah menyerah, masyarakat Manggopoh tetap melanjutkan perjuangan bersenjata.

“Semoga peringatan ini semakin memperkuat jati diri kita sebagai generasi pejuang yang berani menegakkan kebenaran dan memerangi kemungkaran,” pungkasnya.

Upacara peringatan 117 Tahun Perang Manggopoh turut dihadiri unsur Forkopimda Plus Kabupaten Agam, anggota DPRD Provinsi Sumbar dan DPRD Kabupaten Agam, Sekretaris Daerah Kabupaten Agam, para staf ahli, asisten, kepala OPD, camat se-Kabupaten Agam, TP-PKK, GOW, Dharma Wanita, wali nagari, tokoh masyarakat, ninik mamak, alim ulama, bundo kanduang, organisasi kemasyarakatan, LSM, serta insan pers. (adpsb/ */ H)

 

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Pilkades Serentak Pemalang: Menguji Integritas Demokrasi di Desa

15 Juni 2026 - 10:48 WIB

Darurat Narkoba, Desa Kini Jadi Benteng Pertahanan Utama

15 Juni 2026 - 06:30 WIB

Perkuat Peran Nagari, Sumbar Selesaikan Masalah dari Akar

14 Juni 2026 - 14:26 WIB

Belajar dari Banjir Sumbar: Saat Desa Harus Kembali Hijau

14 Juni 2026 - 14:18 WIB

Solok Selatan Akselerasi Pembangunan Desa dan Infrastruktur Strategis

10 Juni 2026 - 21:27 WIB

Terminal Barang Glagahan: Peluang Emas atau Ancaman Desa?

8 Juni 2026 - 22:18 WIB

Trending di PEMDA