Lampung Selatan, Lampung [DESA MERDEKA] – Desa di Provinsi Lampung kini tak lagi hanya menjadi penonton dalam laju industri besar. Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, tengah menyiapkan strategi besar untuk mengubah wajah 2.446 desa di wilayahnya menjadi pusat ekonomi produktif melalui integrasi Program Desa Industri Mandiri dan Desaku Maju.
Langkah berani ini bertujuan untuk memangkas jarak antara korporasi raksasa dengan pelaku usaha kecil di akar rumput. Jihan menegaskan bahwa ekonomi desa harus menjadi subjek utama dalam rantai pasok industri nasional, bukan sekadar penyedia lahan.
“Kami ingin kerja sama industri ini sifatnya langsung menyentuh masyarakat desa atau UMKM kecil. Dampak dan manfaatnya harus dirasakan seketika di tingkat rumah tangga,” ujar Jihan Nurlela di Lampung Selatan, Jumat (30/1/2026).
Menjadikan Raksasa Industri sebagai “Kanopi” UMKM
Salah satu poin penting dalam visi Jihan adalah mendorong perusahaan besar, seperti Japfa Comfeed, untuk berperan sebagai mitra pelindung atau “kanopi” bagi UMKM lokal. Melalui pola kemitraan ini, industri besar tidak hanya beroperasi di wilayah Lampung, tetapi wajib membina dan menyerap produk unggulan dari desa-desa sekitarnya.
Integrasi ini menyatukan dua kekuatan utama:
- Desa Industri Mandiri (Pusat): Fokus pada peningkatan kapasitas, kualitas, dan daya saing industri kecil sesuai potensi desa.
- Desaku Maju (Provinsi): Fokus pada infrastruktur dasar, penguatan SDM, hingga akses pemasaran produk unggulan di ribuan desa Lampung.
Pemprov Sebagai Dirigen Ekonomi Desa
Pemerintah Provinsi Lampung nantinya akan berperan sebagai koordinator atau “dirigen” yang mengatur irama kemitraan tersebut. Jihan menekankan pentingnya koordinasi dalam penyaluran tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility atau CSR) agar lebih tepat sasaran dan terintegrasi dengan kebutuhan nyata warga desa.
“Kami segera menghadap ke kementerian agar program pusat dan daerah ini sinkron. Ini adalah upaya kita untuk memastikan kedaulatan ekonomi dimulai dari desa,” tambahnya.
Melalui skema ini, kemajuan infrastruktur dasar desa yang didorong oleh Program Desaku Maju akan langsung berkelindan dengan standar kualitas industri mandiri. Hasilnya, produk desa Lampung diharapkan tidak hanya mampu bersaing di pasar lokal, tetapi juga layak masuk dalam standar produksi industri global.
Redaksi Desa Merdeka

















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.