Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

PEMDA · 20 Feb 2026 09:29 WIB ·

Vasko Ruseimy Bedah Rumah Panggung Bambu Milik Kuli Tani


					Vasko Ruseimy Bedah Rumah Panggung Bambu Milik Kuli Tani Perbesar

Limapuluh Kota, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] Di balik dinding bambu yang mulai rapuh dan lantai papan yang berderit, Muhammad Akmal (56) menghabiskan hari-harinya dalam kesunyian. Kuli tani asal Nagari VII Koto Talago ini tak pernah menyangka bahwa gubuk panggung ukuran 4×5 meter miliknya akan kedatangan tamu istimewa. Kamis (19/2/2026), Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy, hadir membawa harapan baru melalui program bedah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

Aksi nyata ini merupakan kolaborasi Pemerintah Provinsi Sumbar bersama Baznas untuk mengintervensi kemiskinan ekstrem di pelosok daerah. Akmal, yang hidup sebatang kara setelah istrinya wafat dan ketiga putranya merantau, selama ini bertahan dengan penghasilan tak menentu. Upah Rp50 ribu per hari sebagai kuli tani hanya cukup untuk menyambung nyawa, mustahil untuk memperbaiki rumah tanpa fasilitas sanitasi tersebut.

Kekuatan Zakat untuk Hunian Layak
Vasko menegaskan bahwa bantuan senilai Rp25 juta yang disalurkan melalui Baznas ini merupakan murni dana umat. Ia menepis anggapan bahwa ini adalah bantuan pribadi, melainkan amanah zakat, infak, dan sedekah dari masyarakat Sumatera Barat.

“Tugas pemerintah adalah memastikan amanah ini sampai ke tangan yang tepat. Hunian layak adalah hak dasar yang harus dirasakan setiap warga Sumbar agar mereka bisa memulai kehidupan yang lebih berkualitas,” ujar Vasko saat meninjau langsung kondisi rumah Akmal yang memprihatinkan.

Gotong Royong Sebagai Mesin Pembangunan
Uniknya, proses pengerjaan rumah Akmal tidak hanya mengandalkan anggaran pemerintah. Vasko menginstruksikan aparat setempat untuk menggerakkan budaya gotong royong warga sekitar. Pola ini diambil agar proses pembangunan berjalan lebih cepat, efisien, dan memperkuat ikatan sosial di tengah masyarakat.

Wakil Bupati Limapuluh Kota, Ahlul Badrito Resha, yang turut mendampingi, mengapresiasi langkah cepat ini. Menurutnya, kehadiran fisik Wagub di lokasi memberikan suntikan moral bagi warga kurang mampu. Akmal sendiri tak kuasa menahan air mata saat menerima bantuan simbolis dan paket sembako di depan rumah kayunya yang kini bersiap untuk bersalin rupa menjadi bangunan permanen yang aman.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 19 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Pertanggungjawaban APBD Sumbar 2025: Pendapatan Tembus 99%

21 Juli 2026 - 09:13 WIB

Malaka Dapat 1.464 Rumah Bantuan Wilayah Perbatasan

15 Juli 2026 - 16:08 WIB

Ketua DPRD Sumbar: Orang Baik Jangan Jadi Penonton

12 Juli 2026 - 22:32 WIB

Jalan Kritis Kelok 44 Agam Ancam Ekonomi dan Wisata

11 Juli 2026 - 21:45 WIB

Sumbar Kunci 166 Ribu Hektare Sawah dari Pengembang

9 Juli 2026 - 14:50 WIB

Asap Dapur Mengebul, Buruh Tembakau Jombang Terima BLT

2 Juli 2026 - 14:58 WIB

Trending di PEMDA