Padang Pariaman [DESA MERDEKA] – Acara Halal bi Halal yang diselenggarakan oleh Ikatan Keluarga Alumni Pelajar Sungai Limau (IKAPS) di Masjid Islamic Center IKAPS Pilubang, Sungai Limau, Kabupaten Padang Pariaman, pada Jumat (4/4/2025), mendapatkan pencerahan langsung dari Ustadz Jelita Donal. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian acara Musyawarah Besar (Mubes) V IKAPS yang sedang berlangsung.
Dalam tausiyahnya di hadapan para alumni dan masyarakat, Ustadz Jelita Donal menyoroti tradisi Halal bi Halal yang rutin dilaksanakan setelah Hari Raya Idulfitri. Beliau menjelaskan bahwa praktik ini, meskipun tidak ada pada zaman Rasulullah SAW, dapat dikategorikan sebagai bid’ah hasanah atau bid’ah yang baik.

“Halal bi Halal itu bid’ah, namun bid’ah yang baik,” tegas Ustadz Jelita Donal. Beliau melanjutkan, “Dilihat dari kemanfaatan yang didapat, di mana tujuannya adalah mengumpulkan umat dalam suatu tempat untuk saling bermaafan usai melaksanakan shalat Idulfitri.”
Lebih lanjut, Ustadz Jelita Donal menyampaikan pesan-pesan penting kepada seluruh hadirin yang memadati Masjid Islamic Center IKAPS Pilubang. Beliau menekankan tiga hal utama yang hendaknya diamalkan dalam kehidupan sehari-hari, yaitu menepati janji, saling peduli terhadap sesama, dan saling memaafkan atas segala khilaf dan salah.
“Tepati janji, saling peduli, saling maaf memaafkan,” imbau Ustadz Jelita Donal dengan penuh harap. Pesan ini disambut antusias oleh para peserta Mubes V IKAPS dan masyarakat yang berasal dari berbagai korong di wilayah Kecamatan Sungai Limau.
Acara Tabligh Akbar dan Halal bi Halal ini tidak hanya menjadi wadah untuk mendengarkan ceramah agama, tetapi juga berfungsi sebagai sarana silaturahmi yang efektif. Momen ini dimanfaatkan oleh para alumni IKAPS dan masyarakat untuk mempererat tali persaudaraan dan kebersamaan antar umat Islam, sejalan dengan semangat Idulfitri yang penuh dengan ampunan dan keikhlasan. Kehadiran Ustadz Jelita Donal memberikan warna tersendiri dalam rangkaian Mubes V IKAPS, menambah kekhusyukan dan kehangatan suasana kekeluargaan.

Penggiat Desa. Lakukan yang Perlu saja (Prioritas).
Kita Gak perlu memenangkan semua Pertempuran.
Tinggal di Padang Pariaman, Sumatera Barat.

















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.