Klaten, Jawa Tengah [DESA MERDEKA] – Mahasiswa UNNES Giat 12 kembali menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan dengan melancarkan program unggulan mereka di Dukuh Asri, Desa Malangan, Tulung, Klaten. Kali ini, fokus kegiatan adalah pembuatan lubang biopori sebagai solusi inovatif untuk pelestarian lingkungan dan pengelolaan limbah sampah organik.
Program sosialisasi dan pembuatan biopori yang dilaksanakan pada Senin, 21 Juli 2025, ini disambut positif oleh pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan warga setempat. Antusiasme yang tinggi terlihat dari partisipasi aktif masyarakat dalam setiap tahapan kegiatan.
Hanif Tsabit, Ketua UNNES Giat 12 Desa Malangan, menjelaskan bahwa biopori memiliki manfaat ganda. “Pembuatan biopori ini menjadi langkah kecil dengan manfaat yang besar. Selain membantu menyerap air hujan agar tidak menggenang, biopori juga berfungsi sebagai media pengomposan sampah organik yang dapat dimanfaatkan untuk menyuburkan tanaman di rumah,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa dan warga bergotong royong membuat lubang biopori dengan kedalaman sekitar 65 cm. Lubang-lubang ini ditempatkan di sejumlah titik strategis di lingkungan rumah warga seperti pekarangan, serta area publik lainnya. Desain penempatan ini bertujuan memaksimalkan fungsi resapan air dan pengolahan sampah.
Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada aksi pembuatan biopori semata. Mahasiswa juga memberikan edukasi komprehensif kepada warga mengenai manfaat biopori, cara pengisian sampah organik yang tepat, hingga proses perubahan sampah menjadi pupuk alami. Edukasi ini penting agar warga dapat melanjutkan praktik baik ini secara mandiri setelah program KKN berakhir.
Seorang tokoh masyarakat Dusun Asri menyambut baik inisiatif biopori ini. “Kami senang dan merasa terbantu atas kegiatan mahasiswa KKN yang secara langsung memberikan solusi pengelolaan limbah sampah di Dusun Asri. Semoga dengan sosialisasi dan penerapan dari adik-adik KKN, masyarakat makin peduli terhadap lingkungan dan dapat menerapkan biopori sendiri di rumah masing-masing. Dan nanti, Dusun Asri bisa menjadi pelopor pengelolaan limbah sampah bagi warga yang lain,” ungkapnya penuh harap.
Antusiasme warga dalam mengikuti kegiatan ini menunjukkan adanya kesadaran kolektif terhadap pentingnya menjaga lingkungan. Melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) ini, mahasiswa tidak hanya mengimplementasikan ilmu yang didapat di kampus, tetapi juga turut berkontribusi langsung dalam pemberdayaan dan pembangunan desa. Program biopori ini sejalan dengan semangat UNNES sebagai kampus konservasi yang mendorong mahasiswa untuk berperan aktif dalam upaya pelestarian lingkungan melalui pendekatan sederhana namun berdampak besar.



















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.