Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

LINGKUNGAN · 26 Jul 2025 07:57 WIB ·

UNNES Giat 12: Biopori Solusi Lingkungan di Klaten


					UNNES Giat 12: Biopori Solusi Lingkungan di Klaten Perbesar

Klaten, Jawa Tengah [DESA MERDEKA] Mahasiswa UNNES Giat 12 kembali menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan dengan melancarkan program unggulan mereka di Dukuh Asri, Desa Malangan, Tulung, Klaten. Kali ini, fokus kegiatan adalah pembuatan lubang biopori sebagai solusi inovatif untuk pelestarian lingkungan dan pengelolaan limbah sampah organik.

Program sosialisasi dan pembuatan biopori yang dilaksanakan pada Senin, 21 Juli 2025, ini disambut positif oleh pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan warga setempat. Antusiasme yang tinggi terlihat dari partisipasi aktif masyarakat dalam setiap tahapan kegiatan.

Hanif Tsabit, Ketua UNNES Giat 12 Desa Malangan, menjelaskan bahwa biopori memiliki manfaat ganda. “Pembuatan biopori ini menjadi langkah kecil dengan manfaat yang besar. Selain membantu menyerap air hujan agar tidak menggenang, biopori juga berfungsi sebagai media pengomposan sampah organik yang dapat dimanfaatkan untuk menyuburkan tanaman di rumah,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa dan warga bergotong royong membuat lubang biopori dengan kedalaman sekitar 65 cm. Lubang-lubang ini ditempatkan di sejumlah titik strategis di lingkungan rumah warga seperti pekarangan, serta area publik lainnya. Desain penempatan ini bertujuan memaksimalkan fungsi resapan air dan pengolahan sampah.

Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada aksi pembuatan biopori semata. Mahasiswa juga memberikan edukasi komprehensif kepada warga mengenai manfaat biopori, cara pengisian sampah organik yang tepat, hingga proses perubahan sampah menjadi pupuk alami. Edukasi ini penting agar warga dapat melanjutkan praktik baik ini secara mandiri setelah program KKN berakhir.

Seorang tokoh masyarakat Dusun Asri menyambut baik inisiatif biopori ini. “Kami senang dan merasa terbantu atas kegiatan mahasiswa KKN yang secara langsung memberikan solusi pengelolaan limbah sampah di Dusun Asri. Semoga dengan sosialisasi dan penerapan dari adik-adik KKN, masyarakat makin peduli terhadap lingkungan dan dapat menerapkan biopori sendiri di rumah masing-masing. Dan nanti, Dusun Asri bisa menjadi pelopor pengelolaan limbah sampah bagi warga yang lain,” ungkapnya penuh harap.

Antusiasme warga dalam mengikuti kegiatan ini menunjukkan adanya kesadaran kolektif terhadap pentingnya menjaga lingkungan. Melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) ini, mahasiswa tidak hanya mengimplementasikan ilmu yang didapat di kampus, tetapi juga turut berkontribusi langsung dalam pemberdayaan dan pembangunan desa. Program biopori ini sejalan dengan semangat UNNES sebagai kampus konservasi yang mendorong mahasiswa untuk berperan aktif dalam upaya pelestarian lingkungan melalui pendekatan sederhana namun berdampak besar.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 136 kali

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Bumi Butuh Healing: Warga Batu Busuak Belajar Rawat Tanah

25 Juni 2026 - 05:31 WIB

Darurat Sampah: Desa di Pati Wajib Miliki Perdes Kebersihan

18 Juni 2026 - 06:08 WIB

Kolaborasi Anambas Foundation Ubah Wajah Lingkungan Kuala Maras

8 Juni 2026 - 13:19 WIB

Ancaman Agraria dan Bencana Ekologis Desa di Banjarnegara

26 Mei 2026 - 13:07 WIB

Bantuan Mobil Sampah Pangkas Transit Limbah Tarempa Barat

22 Mei 2026 - 16:34 WIB

Menguji ‘Nawaitu’ Warga Gununggempol Jadi Kiblat Sampah Nasional

18 Mei 2026 - 15:43 WIB

Trending di LINGKUNGAN