Bojonegoro, Jawa Timur [DESA MERDEKA] – Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan 1447 H, area pemakaman umum Desa Tapelan, Kecamatan Ngraho, mendadak ramai oleh kerumunan warga yang membawa cangkul dan sapu lidi, Senin (17/2/2026). Menariknya, kegiatan bersih-bersih ini tidak hanya soal membuang rumput liar, tetapi menjadi panggung persatuan unik di mana seluruh perguruan silat yang tergabung dalam BKP Desa Tapelan melebur dalam semangat gotong royong bersama TNI-Polri.
Aksi kolektif yang dimulai pukul 08.00 WIB ini merupakan bagian dari dukungan terhadap Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah). Kepala Desa Tapelan, Bambang, bersama Bhabinkamtibmas Aipda Lulut dan Babinsa, turun langsung membaur dengan perangkat desa, pengurus RT/RW, dan masyarakat luas untuk menyulap area makam menjadi lingkungan yang lebih tertata dan nyaman bagi para peziarah.
Meleburnya Perbedaan di Tanah Makam
Sudut pandang paling menarik dari kegiatan ini adalah kehadiran seluruh perguruan silat yang ada di Desa Tapelan. Di bawah bendera Bojonegoro Kampung Pesilat (BKP), para pemuda yang biasanya berlatih fisik kini menunjukkan sisi humanis mereka. Mereka berbagi tugas: ada yang mencabut rumput, mengumpulkan daun kering, hingga merapikan nisan.
Aipda Lulut mengungkapkan bahwa momen ini lebih dari sekadar urusan kebersihan. “Ini adalah sarana penguatan silaturahmi. Ketika semua elemen masyarakat bekerja bersama, secara otomatis ini menjadi deteksi dini untuk mencegah gangguan kamtibmas,” tuturnya di sela-sela aktivitas.
Filosofi Resik Sebelum Puasa
Bagi warga Tapelan, membersihkan makam leluhur adalah ritual batin sebelum memasuki masa tenang di bulan puasa. Lingkungan yang bersih dan sehat di area pemakaman memberikan ketenangan tersendiri bagi ahli waris yang datang mendoakan keluarga mereka. Sampah-sampah organik yang terkumpul dibakar secara teratur untuk memastikan area tetap asri tanpa polusi limbah plastik.
Polsek Ngraho menegaskan komitmennya untuk terus hadir dalam kegiatan sosial kemasyarakatan seperti ini. Kehadiran aparat di tengah warga saat gotong royong terbukti efektif dalam membangun hubungan yang harmonis. Melalui sapuan lidi dan kerja bakti, Desa Tapelan tidak hanya menjadi lebih “Resik” (bersih), tetapi juga semakin solid dalam menjaga keamanan desa secara mandiri.
Redaksi Desa Merdeka


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.