Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

PEMDA · 9 Apr 2026 22:29 WIB ·

Tol Bukittinggi-Sicincin: Akses Baru Penggerak Ekonomi Nagari


					Tol Bukittinggi-Sicincin: Akses Baru Penggerak Ekonomi Nagari Perbesar

Padang, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] Percepatan pembangunan Jalan Tol ruas Bukittinggi–Padang Panjang–Sicincin kini memasuki babak baru. Dalam rapat koordinasi di Kantor Kejaksaan Tinggi Sumbar, Kamis (9/4/2026), Gubernur Mahyeldi Ansharullah menegaskan bahwa proyek strategis nasional ini harus didukung penuh demi kepentingan masyarakat luas, terutama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah perlintasan.

Kehadiran jalan tol ini diharapkan menjadi urat nadi baru yang mempermudah mobilitas masyarakat desa dan nagari di Sumatera Barat. Gubernur menekankan bahwa meski tantangan di lapangan pasti ada, sinergi lintas sektor menjadi kunci agar manfaat akses transportasi ini segera dirasakan nyata oleh warga.

Lindungi Hak Masyarakat Adat dan Nagari
Salah satu poin krusial dalam percepatan ini adalah proses pembebasan lahan yang menyentuh tanah-tanah milik warga dan masyarakat adat. Kepala Kejaksaan Tinggi Sumbar, Muhibuddin, memberikan peringatan keras agar pembangunan tidak mengabaikan hak masyarakat. Pemerintah daerah diminta aktif membangun komunikasi persuasif dengan pemangku kebijakan di tingkat Nagari.

“Pembangunan harus tetap memperhatikan hak masyarakat. Jangan sampai ada pihak yang dirugikan,” tegas Muhibuddin. Ia mengingatkan agar tidak ada ego sektoral yang menghambat proyek, namun integritas dan perlindungan terhadap warga tetap menjadi prioritas utama.

Target Jelas dan Timeline Terukur
Secara teknis, ruas Bukittinggi–Sicincin kini tengah dipersiapkan oleh PT Hutama Karya, mulai dari studi kelayakan hingga analisis dampak lingkungan (AMDAL). Direktur Utama PT Hutama Karya, Koentjoro, menekankan bahwa penundaan proyek hanya akan meningkatkan biaya dan mengurangi nilai manfaat bagi masyarakat.

Untuk memastikan efektivitas di lapangan, setiap sektor diminta menetapkan penanggung jawab (PIC) dan menyusun timeline yang jelas. Dengan koordinasi yang tepat sasaran dan tepat waktu, pembangunan jalan tol ini diharapkan tidak hanya menjadi jalur bebas hambatan, tetapi juga jembatan kesejahteraan bagi desa-desa yang dilaluinya.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 30 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Sampah Jadi Berkah, Strategi Sumbar Menuju Indonesia Asri

6 Juni 2026 - 23:38 WIB

Atasi Kelangkaan, Pemprov Sumbar Perketat Pengawasan BBM Subsidi

6 Juni 2026 - 12:11 WIB

Pancasila Sebagai Jangkar Persatuan Masyarakat Desa

1 Juni 2026 - 17:35 WIB

Reformasi Birokrasi Sumbar: Kualitas Pelayanan Publik Kini Naik Kelas

30 Mei 2026 - 07:50 WIB

Dinsos Jombang Salurkan Bantuan ATENSI 2026 kepada 34 Penerima Manfaat untuk Kembangkan Usaha

26 Mei 2026 - 17:20 WIB

Sapi ‘Monster’ Limosin 1,05 Ton Kiriman Presiden Prabowo Tiba di Tulungagung

26 Mei 2026 - 16:46 WIB

Trending di PEMDA