Menu

Mode Gelap
Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi

RAGAM · 5 Jun 2025 00:25 WIB ·

TMMD Sengkuyung Purworejo: Musyawarah Wujudkan Pembangunan Inklusif


					TMMD Sengkuyung Purworejo: Musyawarah Wujudkan Pembangunan Inklusif Perbesar

Purworejo [DESA MERDEKA] Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap II di Desa Cepedak, Kecamatan Bruno, Kabupaten Purworejo, resmi ditutup. Upacara penutupan yang dipimpin langsung oleh Dandim 0708 Letkol Inf Imam Purwoko, selaku inspektur, berlangsung khidmat di Lapangan Parkir Pasar Klesem, Kecamatan Bruno, Rabu (4/6). Keberhasilan program ini menjadi bukti nyata sinergi dan musyawarah antara TNI, masyarakat, serta pemerintah daerah dalam mewujudkan pembangunan yang merata dan berkelanjutan.

Dalam sambutan Pangdam Diponegoro Mayjen TNI Deddy Suryadi yang dibacakan Dandim 0708 Letkol Inf Imam Purwoko, ditegaskan bahwa TMMD adalah bentuk kemanunggalan TNI-Rakyat yang bertujuan mewujudkan pemerataan pembangunan di seluruh wilayah. “Program ini adalah wujud nyata kemanunggalan TNI-Rakyat bersama Pemerintah Daerah yang bertujuan mewujudkan pemerataan pembangunan yang inklusif ke seluruh wilayah dalam rangka menciptakan ketahanan nasional yang tangguh,” ujarnya. Pernyataan ini sekaligus menyoroti betapa pentingnya peran serta aktif seluruh elemen masyarakat dalam proses perencanaan dan pelaksanaan pembangunan melalui semangat musyawarah mufakat.

Program TMMD Sengkuyung Tahap II ini berfokus pada dua sasaran utama: fisik dan nonfisik. Pada sasaran fisik, berbagai infrastruktur penting berhasil dibangun, menunjukkan komitmen nyata terhadap peningkatan fasilitas umum. Pembangunan rabat beton sepanjang 347,5 meter dengan lebar 2,5 meter dan tinggi 0,12 meter menjadi salah satu capaian signifikan, memudahkan aksesibilitas warga. Selain itu, pembangunan saluran drainase sepanjang 164 meter turut mendukung pengelolaan air yang lebih baik, mencegah genangan dan banjir.

Tidak hanya itu, terdapat juga sasaran fisik tambahan yang mencakup pembangunan rabat beton sepanjang 112 meter (lebar 1 meter, tinggi 0,12 meter), rabat beton sepanjang 144 meter (lebar 0,8 meter, tinggi 0,12 meter), serta saluran drainase sepanjang 99,5 meter. Pembangunan talud sepanjang 135,5 meter juga menjadi bagian integral dari upaya penguatan infrastruktur desa. Keberadaan rehabilitasi Masjid Darul Abror dan pembangunan tugu batas desa melengkapi upaya peningkatan sarana ibadah dan penanda wilayah yang esensial bagi masyarakat.

Sementara itu, kegiatan nonfisik yang telah dilaksanakan juga tak kalah penting dalam upaya membangun sumber daya manusia. Berbagai penyuluhan telah diberikan, di antaranya penyuluhan wawasan kebangsaan oleh Kodim 0708/Purworejo, edukasi tentang stunting oleh Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo, sosialisasi kebencanaan oleh BPBD Kabupaten Purworejo, dan penyuluhan pendidikan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo. Kegiatan-kegiatan nonfisik ini menunjukkan pendekatan holistik dalam pembangunan, tidak hanya fokus pada infrastruktur tetapi juga pada peningkatan kualitas hidup dan pengetahuan masyarakat, yang tentunya didasari oleh hasil musyawarah komunitas.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Kepala Desa Jarang Ngantor Jadi Ancaman Serius Pembangunan

24 April 2026 - 22:13 WIB

Ekonomi Digital Desa: Koperasi Merah Putih Tembus Pasar Dunia

23 April 2026 - 09:32 WIB

Asa dari Kalaotoa: Saat Bupati Peluk Keluhan Warga

22 April 2026 - 10:54 WIB

Optimisme Petani Selayar: Jagung Bersemi, Kelapa Menanti Data

21 April 2026 - 18:24 WIB

Bukan Beban Anggaran, Pers Adalah Perisai Antikorupsi Desa

21 April 2026 - 12:33 WIB

Hentakan Kuntau Bonerate: Memuliakan Pemimpin dengan Ketulusan Adat

20 April 2026 - 22:34 WIB

Trending di RAGAM