Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

PEMDA · 13 Feb 2026 17:45 WIB ·

Tiga Jembatan Baru Pasaman Barat Jadi Kunci Teluk Tapang


					Tiga Jembatan Baru Pasaman Barat Jadi Kunci Teluk Tapang Perbesar

Pasaman Barat, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] Harapan besar Kabupaten Pasaman Barat untuk mengaktifkan Pelabuhan Teluk Tapang secara maksimal kini berada di depan mata. Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, resmi mengoperasikan tiga jembatan strategis, yakni Jembatan Patibubur, Pigogah, dan Sungai Tarok, pada Jumat (13/2/2026). Proyek ini menjadi bukti nyata bagaimana dana daerah (APBD) mampu menjadi pelengkap krusial bagi proyek besar nasional (APBN).

Total anggaran sebesar Rp27,76 miliar dari APBD Sumbar 2025 telah dikucurkan untuk membangun ketiga “urat nadi” tersebut. Langkah ini diambil guna menyambungkan ruas jalan Bunga Tanjung–Teluk Tapang yang sebelumnya telah menelan biaya pusat sebesar Rp216 miliar namun masih terkendala akses sungai.

“Alhamdulillah, pembangunan jalan dan jembatan harus saling melengkapi. Infrastruktur ini akan memperlancar akses menuju Teluk Tapang serta menghubungkan Air Bangis ke wilayah lain,” ujar Mahyeldi di sela-sela peresmian.

Rincian Investasi Infrastruktur
Ketiga jembatan ini dibangun dengan spesifikasi teknis yang kokoh guna menunjang arus logistik berat:

  • Jembatan Patibubur: Panjang 30 meter dengan anggaran Rp10,63 miliar.
  • Jembatan Pigogah: Panjang 40 meter dengan nilai Rp9,65 miliar.
  • Jembatan Sungai Tarok: Panjang 30 meter dengan biaya Rp7,48 miliar.

Pemerintah Provinsi tidak berhenti di sini. Pada tahun anggaran 2026, Dinas Bina Marga, Cipta Karya dan Tata Ruang (BMCKTR) kembali menyiapkan dana tambahan sebesar Rp3,5 miliar untuk penyempurnaan paket pekerjaan di ruas yang sama.

Multiplier Effect bagi Petani Lokal
Bupati Pasaman Barat, H. Yulianto, melihat peresmian ini bukan sekadar urusan beton dan baja. Menurutnya, keberadaan jembatan-jembatan ini akan langsung memangkas biaya distribusi hasil tani dan perkebunan masyarakat. Sinergi antara provinsi dan kabupaten dinilai sebagai kunci percepatan ekonomi di wilayah Pasaman Barat.

“Infrastruktur ini sangat berarti. Kelancaran distribusi barang akan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat kami,” kata Yulianto.

Dengan terhubungnya akses jembatan ini, Pelabuhan Teluk Tapang tidak lagi menjadi “proyek terisolasi”. Kawasan ini diproyeksikan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di pesisir Sumatera Barat, mengintegrasikan kekuatan darat dan laut dalam satu jalur logistik yang efisien.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 25 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Solusi Permanen Banjir Kota Padang Pasca Dam Jebol

23 Mei 2026 - 21:29 WIB

Siaga Karhutla Sumatera Barat: Pasia Laweh Jadi Benteng Pencegahan

22 Mei 2026 - 08:03 WIB

Menghidupkan Sawah dan Sekolah Rakyat di Nagari Tanjung Alam

21 Mei 2026 - 21:11 WIB

Nagari Creative Hub Sumbar Jadi Motor Baru Ekonomi Desa

21 Mei 2026 - 06:00 WIB

Harkitnas 2026: Koperasi Desa Merah Putih Sumatera Barat Melek Digital

20 Mei 2026 - 16:03 WIB

Strategi PPPK Pertanian Desa Kuansing Atasi Kelangkaan Penyuluh

20 Mei 2026 - 15:33 WIB

Trending di PEMDA