Menu

Mode Gelap
Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi Bukan Seremoni, Desa Kambuno Rayakan Hari Desa dengan Aksi

IPTEK · 23 Des 2025 06:00 WIB ·

Teknologi Plasma Ozon Jamin Sayur Dapur SPPG Bebas Bakteri


					Teknologi Plasma Ozon Jamin Sayur Dapur SPPG Bebas Bakteri Perbesar

Semarang, Jawa Tengah [DESA MERDEKA] Implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Jawa Tengah kini didukung oleh teknologi pangan mutakhir. Di Desa Batur, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, para petani mulai mengoperasikan mesin plasma ozon untuk mencuci sayuran sebelum didistribusikan ke berbagai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Teknologi ini menjamin sayuran seperti wortel, kol, dan kentang bebas dari bakteri serta residu kimia.

Proses ozonisasi ini menjadi standar baru dalam menjaga kualitas bahan baku pangan. Dengan sistem pencucian berbasis ozon, sayuran tidak hanya menjadi lebih higienis, tetapi juga memiliki masa simpan yang lebih lama. Hal ini sangat krusial untuk memastikan asupan gizi anak-anak sekolah tetap optimal dan aman dikonsumsi.

Proses Sortir Ketat dan Sterilisasi Ozon
Setiap hari, rumah produksi di Desa Batur memproses ratusan kilogram sayuran segar. Tahapan dimulai dengan sortir ketat; hanya sayuran dengan kondisi fisik mulus yang masuk ke proses pencucian. Sayuran kemudian dimasukkan ke dalam bak berukuran 1,2 x 2 meter yang telah dialiri gas ozon selama 15 menit agar kandungan ozon merata di dalam air.

“Proses ozonisasi membuat bakteri dan hewan kecil yang bersembunyi di dalam sayuran menjadi ‘tidak betah’ dan keluar dengan sendirinya. Kami tidak hanya membersihkan kotoran fisik, tapi juga melunturkan residu pestisida,” jelas pengelola saat proses produksi berlangsung pada Rabu (10/12/2025).

Efisiensi Distribusi Menuju Dapur SPPG
Keunggulan utama dari sistem ini adalah kesiapan bahan baku. Sayuran yang telah melalui proses ozonisasi selama 2 hingga 3 menit langsung ditiriskan, ditimbang, dan dikemas rapi dalam krat plastik. Saat ini, rumah produksi di lereng Merbabu tersebut rutin memasok kebutuhan ke SPPG di wilayah Pabelan, Gayamsari Semarang, hingga Salatiga.

Pada pengiriman terbaru, tercatat sebanyak 130 kilogram kol, 50 kilogram wortel, serta puluhan kilogram kentang dan kembang kol didistribusikan dalam keadaan siap masak. Pengelola dapur SPPG tidak perlu lagi melakukan pembersihan intensif karena sayuran dikirim dalam kondisi “zero waste” atau tanpa sampah sisa.

Sinergi antara teknologi plasma ozon dari Undip dan potensi pertanian lokal Desa Batur ini membuktikan bahwa kualitas pangan untuk generasi mendatang bisa ditingkatkan melalui inovasi. Dengan bahan baku yang sehat dan higienis, program Makan Bergizi Gratis diharapkan dapat berjalan efektif dalam menekan angka stunting di Indonesia.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 42 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Digitalisasi Desa Krandegan: Bukan Sekadar Aplikasi, Tapi Solusi Nasional

15 Januari 2026 - 18:33 WIB

Mendes Yandri: Atlet Esports Desa Berpotensi Tembus Pasar Global

13 Januari 2026 - 18:47 WIB

Bus Esports Desa: Cara Mendes Yandri Ubah Hobi Jadi Cuan

8 Januari 2026 - 18:07 WIB

Internet Ilegal Bekasi: Speed Test Ungkap Satu IndiHome Dibagi

14 Desember 2025 - 18:52 WIB

Ekonomi Digital Indonesia Melaju Cepat: Akankah Desa Menjadi Pelaku atau Sekadar Pasar?

13 Desember 2025 - 15:28 WIB

UB Ubah Jeruk Kucur Jadi Permen dan Sabun Cuci

28 November 2025 - 13:47 WIB

Trending di IPTEK