Banjar, Jawa Barat [DESA MERDEKA] – Lebih dari sekadar ritual ibadah, Program Tarawih Keliling (Tarling) di Kota Banjar kini bertransformasi menjadi “kantor berjalan” bagi pemerintah daerah. Pada edisi ke-3 yang digelar di Masjid Baitul Muttaqien, Desa Waringinsari, Selasa (3/3/2026), Wali Kota Banjar Ir. H. Sudarsono memanfaatkan momentum Ramadan untuk berdialog langsung dan menyerap keluhan warga di tingkat akar rumput.
Kehadiran Wali Kota yang didampingi Wakil Wali Kota DR. H. Supriana serta jajaran Forkopimda ini bertujuan memastikan bahwa program pembangunan yang dirancang di balai kota benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat desa. “Tarling adalah ruang silaturahmi. Kami ingin mendengar langsung agar kebijakan kami tepat sasaran,” tegas Sudarsono.
Bantuan Nyata untuk Fasilitas Ibadah
Dalam kunjungan tersebut, pemerintah tidak datang dengan tangan hampa. Sebagai bentuk dukungan terhadap kenyamanan ibadah warga Dusun Sukanegara, diserahkan bantuan sarana prasarana masjid berupa lima rol karpet, sepuluh Al-Qur’an, dan dua unit kipas angin duduk.
Selain fasilitas fisik, aspek sosial juga menjadi prioritas. Melalui kolaborasi dengan Baznas Kota Banjar, sebanyak 20 paket sembako disalurkan kepada warga yang membutuhkan, serta santunan tunai diberikan kepada sepuluh orang lansia. Langkah ini diambil untuk meringankan beban ekonomi keluarga di tengah suasana bulan suci.
Ramadan sebagai Jembatan Birokrasi
Kegiatan yang rutin digelar setiap tahun ini membuktikan bahwa Ramadan bisa menjadi jembatan efektif untuk memangkas jarak antara birokrasi dan rakyat. Dengan suasana yang lebih santai dan religius, aspirasi warga mengalir lebih cair dibandingkan pertemuan formal di kantor pemerintahan.
Melalui Tarling, Pemerintah Kota Banjar berharap ukhuwah islamiyah yang terjalin mampu menjadi modal sosial yang kuat untuk mendukung pembangunan kota ke arah yang lebih inklusif dan partisipatif.
Redaksi Desa Merdeka

















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.