Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

PEMDA · 23 Mei 2026 21:29 WIB ·

Solusi Permanen Banjir Kota Padang Pasca Dam Jebol


					Solusi Permanen Banjir Kota Padang Pasca Dam Jebol Perbesar

Padang, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] Trauma banjir besar akhir November lalu mendadak segar kembali di ingatan warga yang bermukim di sekitar Sungai Batang Guo dan Batang Kuranji. Kamis (21/5) malam, hujan dengan intensitas ekstrem memaksa air sungai meluap hebat. Dampaknya instan: pertahanan darurat berupa dam sementara yang baru seumur jagung jebol tak bersisa, dan air kembali mengepung pemukiman warga.

Infrastruktur darurat ternyata tidak berdaya menghadapi amukan alam. Realitas pahit inilah yang memicu gerakan cepat pada Jumat (22/5) pagi. Wakil Ketua DPRD Sumbar, Evi Yandri Rajo Budiman, langsung memboyong Dinas Sumber Daya Air Bina Konstruksi (SDABK) serta Dinas Pekerjaan Umum (PU) ke titik bencana. Bagi Evi, ini bukan sekadar urusan birokrasi, melainkan penyelamatan kampung halaman dan daerah pemilihannya sendiri.

“Kami butuh penanganan cepat. Dam sementara sudah hancur, kita tidak bisa bertaruh dengan cuaca ekstrem yang bisa datang kapan saja,” ujar warga setempat memberikan gambaran situasi di lapangan.

Dari hasil peninjauan bersama OPD terkait, strategi taktis langsung disusun. Pemerintah tidak lagi bisa mengandalkan tambal sulam. Rencana besar jangka pendek adalah melakukan perbaikan total sekaligus meninggikan bendungan utama agar mampu menampung debit air yang lebih besar saat curah hujan tinggi.

Aulianola, salah satu warga yang rumahnya berbatasan langsung dengan aliran sungai, mengakui bahwa dam yang dibangun pasca-banjir November tahun lalu sebenarnya sempat menyelamatkan mereka dari beberapa kali hujan lebat. Namun, volume air Kamis malam kemarin berada di luar kendali pertahanan darurat tersebut.

Warga kini menaruh harapan besar pada janji kedatangan dinas PU dan SDABK hari itu. Mereka tidak lagi meminta status “sementara”. Di tengah ancaman cuaca yang kian tidak menentu, warga pinggiran sungai ini hanya butuh satu hal: benteng pertahanan banjir Kota Padang yang permanen dan kokoh agar mereka bisa tidur nyenyak saat hujan turun.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 10 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Siaga Karhutla Sumatera Barat: Pasia Laweh Jadi Benteng Pencegahan

22 Mei 2026 - 08:03 WIB

Menghidupkan Sawah dan Sekolah Rakyat di Nagari Tanjung Alam

21 Mei 2026 - 21:11 WIB

Nagari Creative Hub Sumbar Jadi Motor Baru Ekonomi Desa

21 Mei 2026 - 06:00 WIB

Harkitnas 2026: Koperasi Desa Merah Putih Sumatera Barat Melek Digital

20 Mei 2026 - 16:03 WIB

Strategi PPPK Pertanian Desa Kuansing Atasi Kelangkaan Penyuluh

20 Mei 2026 - 15:33 WIB

Menginjak Usia 57, Pembangunan Desa A Yani Pura Ditantang Mandiri

20 Mei 2026 - 14:37 WIB

Trending di PEMDA