Padang, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] – Trauma banjir besar akhir November lalu mendadak segar kembali di ingatan warga yang bermukim di sekitar Sungai Batang Guo dan Batang Kuranji. Kamis (21/5) malam, hujan dengan intensitas ekstrem memaksa air sungai meluap hebat. Dampaknya instan: pertahanan darurat berupa dam sementara yang baru seumur jagung jebol tak bersisa, dan air kembali mengepung pemukiman warga.
Infrastruktur darurat ternyata tidak berdaya menghadapi amukan alam. Realitas pahit inilah yang memicu gerakan cepat pada Jumat (22/5) pagi. Wakil Ketua DPRD Sumbar, Evi Yandri Rajo Budiman, langsung memboyong Dinas Sumber Daya Air Bina Konstruksi (SDABK) serta Dinas Pekerjaan Umum (PU) ke titik bencana. Bagi Evi, ini bukan sekadar urusan birokrasi, melainkan penyelamatan kampung halaman dan daerah pemilihannya sendiri.
“Kami butuh penanganan cepat. Dam sementara sudah hancur, kita tidak bisa bertaruh dengan cuaca ekstrem yang bisa datang kapan saja,” ujar warga setempat memberikan gambaran situasi di lapangan.
Dari hasil peninjauan bersama OPD terkait, strategi taktis langsung disusun. Pemerintah tidak lagi bisa mengandalkan tambal sulam. Rencana besar jangka pendek adalah melakukan perbaikan total sekaligus meninggikan bendungan utama agar mampu menampung debit air yang lebih besar saat curah hujan tinggi.
Aulianola, salah satu warga yang rumahnya berbatasan langsung dengan aliran sungai, mengakui bahwa dam yang dibangun pasca-banjir November tahun lalu sebenarnya sempat menyelamatkan mereka dari beberapa kali hujan lebat. Namun, volume air Kamis malam kemarin berada di luar kendali pertahanan darurat tersebut.
Warga kini menaruh harapan besar pada janji kedatangan dinas PU dan SDABK hari itu. Mereka tidak lagi meminta status “sementara”. Di tengah ancaman cuaca yang kian tidak menentu, warga pinggiran sungai ini hanya butuh satu hal: benteng pertahanan banjir Kota Padang yang permanen dan kokoh agar mereka bisa tidur nyenyak saat hujan turun.


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.