Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

PEMDA · 2 Feb 2026 15:35 WIB ·

Sumbar Siapkan Jurus Jitu Kendalikan Inflasi di Rakornas Pusat


					Sumbar Siapkan Jurus Jitu Kendalikan Inflasi di Rakornas Pusat Perbesar

Bogor, Jawa Barat [DESA MERDEKA] Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) bergerak cepat menyinkronkan strategi ekonomi daerah dengan visi nasional Indonesia Emas 2045. Menjelang Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) bersama Presiden, Gubernur Mahyeldi Ansharullah mengumpulkan seluruh jajaran Forkopimda di Bogor, Minggu (1/2/2026), untuk mematangkan taktik stabilisasi harga pangan dan pengendalian inflasi.

Langkah ini diambil guna memastikan daya beli masyarakat Sumbar tetap terjaga, terutama dalam menghadapi tantangan pemulihan pascabencana serta lonjakan permintaan menjelang Ramadan dan Idulfitri. Gubernur menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor bukan lagi pilihan, melainkan keharusan untuk menjaga fondasi ekonomi daerah.

Fokus pada Komoditas dan Wilayah Strategis
Dalam diskusi tersebut, terungkap bahwa meski ketersediaan pangan secara umum di Sumatera Barat dinyatakan aman, kewaspadaan tetap tinggi pada komoditas tertentu. Jagung, daging sapi, gula pasir, dan minyak goreng menjadi daftar pantauan yang memerlukan langkah antisipatif, seperti operasi pasar dan penguatan cadangan pangan.

Kepala BPS Sumbar, Nurul Hasanudin, mengingatkan bahwa kunci keberhasilan pengendalian inflasi regional terletak pada empat wilayah utama: Kota Padang, Kota Bukittinggi, Kabupaten Pasaman Barat, dan Kabupaten Dharmasraya. Gejolak harga di pusat-pusat perdagangan ini menjadi barometer yang memengaruhi angka inflasi tingkat provinsi secara keseluruhan.

Antisipasi Volatilitas Harga Musiman
Selain fokus wilayah, pemerintah juga menyoroti “penyakit” inflasi musiman seperti cabai merah. Harga komoditas ini sering kali bergerak liar karena sangat bergantung pada siklus panen. Oleh karena itu, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) diarahkan untuk memperkuat rantai distribusi dan keterjangkauan harga agar tidak terjadi kelangkaan di pasar.

Gubernur Mahyeldi menyatakan bahwa hasil kesepakatan Forkopimda ini akan dibawa sebagai bahan laporan utama dalam Rakornas di Sentul International Convention Center (SICC). “Kita ingin memastikan Sumbar berkontribusi aktif dalam agenda pembangunan nasional melalui stabilitas ekonomi yang berkelanjutan,” tegas Mahyeldi.

Pertemuan strategis ini dihadiri oleh jajaran lengkap pimpinan daerah, mulai dari Wagub Vasko Ruseimy, Ketua DPRD, Kapolda, Kajati, hingga unsur TNI, yang semuanya berkomitmen menjaga Sumbar tetap kondusif secara ekonomi.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 47 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Pertanggungjawaban APBD Sumbar 2025: Pendapatan Tembus 99%

21 Juli 2026 - 09:13 WIB

Malaka Dapat 1.464 Rumah Bantuan Wilayah Perbatasan

15 Juli 2026 - 16:08 WIB

Ketua DPRD Sumbar: Orang Baik Jangan Jadi Penonton

12 Juli 2026 - 22:32 WIB

Jalan Kritis Kelok 44 Agam Ancam Ekonomi dan Wisata

11 Juli 2026 - 21:45 WIB

Sumbar Kunci 166 Ribu Hektare Sawah dari Pengembang

9 Juli 2026 - 14:50 WIB

Asap Dapur Mengebul, Buruh Tembakau Jombang Terima BLT

2 Juli 2026 - 14:58 WIB

Trending di PEMDA