Bogor, Jawa Barat [DESA MERDEKA] – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) bergerak cepat menyinkronkan strategi ekonomi daerah dengan visi nasional Indonesia Emas 2045. Menjelang Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) bersama Presiden, Gubernur Mahyeldi Ansharullah mengumpulkan seluruh jajaran Forkopimda di Bogor, Minggu (1/2/2026), untuk mematangkan taktik stabilisasi harga pangan dan pengendalian inflasi.
Langkah ini diambil guna memastikan daya beli masyarakat Sumbar tetap terjaga, terutama dalam menghadapi tantangan pemulihan pascabencana serta lonjakan permintaan menjelang Ramadan dan Idulfitri. Gubernur menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor bukan lagi pilihan, melainkan keharusan untuk menjaga fondasi ekonomi daerah.
Fokus pada Komoditas dan Wilayah Strategis
Dalam diskusi tersebut, terungkap bahwa meski ketersediaan pangan secara umum di Sumatera Barat dinyatakan aman, kewaspadaan tetap tinggi pada komoditas tertentu. Jagung, daging sapi, gula pasir, dan minyak goreng menjadi daftar pantauan yang memerlukan langkah antisipatif, seperti operasi pasar dan penguatan cadangan pangan.
Kepala BPS Sumbar, Nurul Hasanudin, mengingatkan bahwa kunci keberhasilan pengendalian inflasi regional terletak pada empat wilayah utama: Kota Padang, Kota Bukittinggi, Kabupaten Pasaman Barat, dan Kabupaten Dharmasraya. Gejolak harga di pusat-pusat perdagangan ini menjadi barometer yang memengaruhi angka inflasi tingkat provinsi secara keseluruhan.
Antisipasi Volatilitas Harga Musiman
Selain fokus wilayah, pemerintah juga menyoroti “penyakit” inflasi musiman seperti cabai merah. Harga komoditas ini sering kali bergerak liar karena sangat bergantung pada siklus panen. Oleh karena itu, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) diarahkan untuk memperkuat rantai distribusi dan keterjangkauan harga agar tidak terjadi kelangkaan di pasar.
Gubernur Mahyeldi menyatakan bahwa hasil kesepakatan Forkopimda ini akan dibawa sebagai bahan laporan utama dalam Rakornas di Sentul International Convention Center (SICC). “Kita ingin memastikan Sumbar berkontribusi aktif dalam agenda pembangunan nasional melalui stabilitas ekonomi yang berkelanjutan,” tegas Mahyeldi.
Pertemuan strategis ini dihadiri oleh jajaran lengkap pimpinan daerah, mulai dari Wagub Vasko Ruseimy, Ketua DPRD, Kapolda, Kajati, hingga unsur TNI, yang semuanya berkomitmen menjaga Sumbar tetap kondusif secara ekonomi.

















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.