Lembata, NTT [DESA MERDEKA] – Peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), semakin mengkhawatirkan. Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Ile Lewotolok mencatat lonjakan signifikan jumlah letusan yang disertai lontaran lava pijar. Kondisi ini mengharuskan tiga desa yang berada di sektor timur dan tenggara gunung untuk meningkatkan kewaspadaan.
Berdasarkan data dari PGA Ile Lewotolok, pada Kamis (3/4/2025) dalam rentang waktu 24 jam (pukul 00.00 WITA hingga 24.00 WITA), gunung tersebut tercatat meletus sebanyak 63 kali. Letusan-letusan ini memiliki amplitudo antara 15.6 hingga 35 mm dengan durasi yang bervariasi antara 30 hingga 93 detik.
Kondisi ini berlanjut hingga hari ini, Jumat (4/4/2025), di mana Gunung Ile Lewotolok kembali menunjukkan aktivitas yang intens. Letusan susulan terjadi dan terpantau disertai dengan lontaran lava pijar yang cukup jauh, serta gemuruh dengan intensitas lemah hingga sedang yang terdengar di sekitar area gunung.
Petugas Pos PGA Ile Lewotolok, Yeremias Kristianto Pugel, dalam keterangan resminya menyampaikan bahwa jangkauan lontaran lava pijar dari kawah gunung mencapai jarak yang signifikan. “Jangkauan lontaran lava pijar teramati berada dalam area kawah, dan bahkan mencapai 600 meter keluar dari bibir kawah,” ungkap Yeremias, Jumat (4/4/2025).
Melihat kondisi ini, Yeremias mengimbau secara khusus kepada warga yang tinggal di tiga desa yang berpotensi terdampak langsung, yaitu Desa Lamatokan, Desa Jontona, dan Desa Todanara. Kewaspadaan perlu ditingkatkan untuk mengantisipasi potensi ancaman bahaya yang mungkin timbul akibat guguran atau longsoran material lava dari aktivitas gunung.
Lebih lanjut, Yeremias merinci bahwa selain 63 kali letusan, pada hari Kamis (3/4/2025) juga terekam aktivitas kegempaan lainnya. Tercatat sebanyak 55 kali gempa embusan, 26 kali tremor harmonik, satu kali gempa vulkanik dalam, serta dua kali gempa tektonik jauh. Tinggi kolom letusan yang teramati berkisar antara 50 hingga 100 meter di atas puncak kawah, dengan warna asap yang cenderung putih dan kelabu.
Saat ini, tingkat aktivitas Gunung Ile Lewotolok masih berada pada level II atau status Waspada. Meskipun demikian, dengan intensitas letusan dan lontaran lava pijar yang meningkat, kewaspadaan warga desa di sekitar gunung menjadi sangat krusial untuk meminimalisir risiko yang mungkin terjadi. Pemerintah daerah dan pihak terkait diharapkan terus memantau perkembangan aktivitas gunung dan memberikan informasi terkini kepada masyarakat.
Redaksi Desa Merdeka

















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.