Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

RAGAM · 5 Jun 2025 23:39 WIB ·

Solusi Hijau Mahasiswa Unja: Limbah Jadi Pupuk di Desa Senaung


					Mahasiswa Unja bersama warga Desa Senaung berdiskusi tentang potensi limbah sebagai bahan baku pupuk organik. Perbesar

Mahasiswa Unja bersama warga Desa Senaung berdiskusi tentang potensi limbah sebagai bahan baku pupuk organik.

Muaro Jambi [DESA MERDEKA] Mahasiswa Universitas Jambi (Unja) yang tergabung dalam Volunteer Community College Community Driven Development (CDD) menghadirkan inovasi menarik di Desa Senaung, Kecamatan Jambi Luar Kota. Pada Sabtu, 31 Mei 2025, inisiatif mereka melalui Program Kreativitas Mahasiswa bidang Pengabdian Masyarakat (PKM-PM) diluncurkan dengan tujuan mulia: mengubah limbah rumah tangga dan industri lokal menjadi solusi efektif bagi pertanian berkelanjutan.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Dafa Hariadi, Ketua Tim Pelaksana PKM-PM; Indah Kristiani Hutasoit, salah satu Volunteer CDD; serta Sidiq Kurniawan, anggota tim yang bertanggung jawab mengawal implementasi program di lapangan.

Dafa Hariadi menjelaskan bahwa tingginya biaya produksi dan menurunnya kualitas tanah akibat penggunaan pupuk kimia berlebihan menjadi masalah serius bagi petani di Desa Senaung. Desa ini, yang mayoritas penduduknya berprofesi sebagai petani, sangat bergantung pada pupuk anorganik. Kondisi ini tidak hanya membebani secara ekonomi, tetapi juga menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan.

“Petani di Desa Senaung sudah lama bergantung pada pupuk kimia. Padahal, di sekitar mereka tersedia sumber daya yang bisa dimanfaatkan, seperti air cucian beras dan serbuk gergaji dari usaha penggergajian kayu,” ungkap Dafa. Ia menegaskan pentingnya memanfaatkan potensi lokal yang sering terabaikan.

Indah Kristiani Hutasoit memaparkan pendekatan edukatif dan partisipatif yang akan mereka terapkan. Rangkaian penyuluhan, pelatihan, hingga praktik langsung pembuatan pupuk organik akan digelar bersama para petani. Salah satu fokusnya adalah pembuatan pupuk cair JAKABA (Jamur Keberuntungan Abadi), yang berasal dari fermentasi air cucian beras dengan tambahan dedak, gula merah, terasi, dan akar toge atau bambu. Sementara itu, serbuk gergaji akan difermentasi menggunakan larutan EM-4 untuk menghasilkan pupuk padat yang kaya unsur hara dan berfungsi sebagai media tanam alternatif.

“Kami tidak sekadar mengajarkan cara membuat pupuk, tapi juga mendorong kemandirian petani agar tidak lagi bergantung pada produk-produk mahal. Selain menekan biaya produksi, inovasi ini juga diharapkan mampu meningkatkan hasil panen,” ujar Indah, optimis bahwa program ini dapat membawa perubahan signifikan.

Sidiq Kurniawan menambahkan bahwa produktivitas padi di Desa Senaung saat ini hanya mencapai 3,9 ton per hektare, jauh di bawah target nasional sebesar 6 ton. Salah satu penyebab utama adalah tingkat keasaman tanah dan rusaknya ekosistem mikroorganisme akibat pemupukan kimia berkepanjangan. Ia berharap kolaborasi multipihak ini akan menjadikan program ini tidak sekadar kegiatan pengabdian sementara, melainkan model pengembangan masyarakat yang berkelanjutan.

“Kami berharap praktik ini dapat diperluas ke desa-desa lain di Jambi. Kalau satu desa bisa mandiri pupuk, kenapa tidak satu kabupaten?” kata Sidiq, menunjukkan visi jangka panjang tim.

Tim CDD sangat berharap program yang diajukan melalui PKM-PM ini dapat memperoleh pendanaan dari Kemendikbudristek. Namun, meskipun nantinya tidak lolos seleksi, mereka tetap berkomitmen menjalin kerja sama erat dengan masyarakat Desa Senaung untuk terus belajar, berbagi, dan menerapkan konsep pertanian cerdas berbasis kearifan lokal. Dengan semangat Kampus Berdampak, mahasiswa Unja tidak hanya mengimplementasikan teori dari ruang kuliah, tetapi juga turun langsung menyentuh persoalan nyata di masyarakat.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 51 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Anggota DPRD Sumbar, Sosialisasikan Perda Penanggulangan Bencana kepada Masyarakat Ketaping

9 Agustus 2026 - 18:11 WIB

BOM Run 2026,Dorong Sport Tourism dan Berdampak Kepada Peningkatan UMKM dan Ekonomi Masyarakat

9 Agustus 2026 - 17:56 WIB

Proyek Internet Desa: Ladang Cuan Vendor, Perangkat Cepat Modar

9 Agustus 2026 - 14:55 WIB

Sinergi Antardesa: Cara Budi Prasetyawan Hidupkan Ekonomi Warga

8 Agustus 2026 - 01:33 WIB

Menjual Asa di Atas Kertas Birokrasi Desa

30 Juli 2026 - 15:42 WIB

Jejak Sunyi di Lembah Pusako

28 Juli 2026 - 09:06 WIB

Trending di RAGAM