Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

KABAR DESA · 22 Jun 2023 07:13 WIB ·

Sistem Keuangan Desa Paling Transparan di Dunia, Ini Rahasianya!


					Sistem Keuangan Desa Paling Transparan di Dunia, Ini Rahasianya! Perbesar

Jakarta [DESA MERDEKA] Sistem keuangan desa di Indonesia diklaim sebagai yang paling transparan di dunia. Saat anggaran tingkat kabupaten hingga nasional cenderung sulit diakses publik, APBDes justru terpampang nyata di baliho-baliho balai desa. Semua warga, termasuk kelompok marjinal, punya hak suara yang sama untuk menentukan ke mana uang negara mengalir.

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Abdul Halim Iskandar, mengungkapkan realita kontras ini. Menurut pria yang akrab disapa Gus Halim, transparansi radikal ini lahir dari rahim Musyawarah Desa (Musdes). Di forum tertinggi inilah arah pembangunan dan pemanfaatan Dana Desa ditentukan langsung oleh masyarakat, bukan hanya elite desa.

“Hanya Musdes yang melibatkan hingga kelompok marjinal dan seluruh lapisan masyarakat untuk menyerap aspirasi,” ujar Gus Halim saat berbincang dalam Live Instagram bersama ahli gizi masyarakat, Dr. Tan Shot Yen.

Sudut pandang ini membalikkan stigma yang selama ini melekat. Ketika banyak orang menganggap birokrasi desa rawan penyelewengan, sistem yang berjalan justru jauh lebih inklusif dibanding pemerintahan daerah atau pusat. Di level provinsi, akses masyarakat terhadap APBD sering kali terkunci rapat. Sebaliknya, di desa, masyarakat bisa mengevaluasi detail program, memantau lokasi proyek, hingga mengawasi anggarannya secara langsung.

Kunci dari efektivitas sistem keuangan desa ini adalah kemandiriannya. Begitu APBDes disepakati dalam Musdes, eksekusi program bisa langsung berjalan tanpa perlu menunggu ketukan palu atau persetujuan dari birokrasi di atasnya. Syaratnya mutlak: anggaran harus dialokasikan untuk pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).

Lalu, bagaimana dengan bayang-bayang ketakutan para kepala desa terhadap jerat hukum? Gus Halim menegaskan bahwa pemerintah telah menjalin kerja sama erat dengan Kejaksaan dan Polri. Selama administrasi jelas dan tidak ada niat buruk untuk menyelewengkan anggaran, para pemimpin desa tidak perlu dihantui ketakutan.

Sistem keuangan desa yang terbuka ini membuktikan bahwa pembangunan terbaik justru dimulai dari bawah, di mana transparansi bukan sekadar slogan, melainkan terpampang jelas di dinding balai desa.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 58 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Di Bawah Teduh Pepohonan, Tripika Pasimarannu Dampingi Warga Terdampak Gempa

15 Agustus 2026 - 12:07 WIB

Keteladanan 2 Kades di Biboki Selatan Tambal Jalan

14 Agustus 2026 - 16:34 WIB

Warga Dusun 2B Karang Sari Bangun Gapura Sambut HUT ke-81 RI, Semarakkan Desa HELAU

12 Agustus 2026 - 16:38 WIB

Merah Putih di Gerbang Penyangga: Menjahit Swadaya Lewat Desa HELAU

11 Agustus 2026 - 13:03 WIB

Pertahankan Ruang Hidup Pesisir, Nagari Ketaping Daulatkan Mitigasi Bencana

9 Agustus 2026 - 18:11 WIB

Tinggalkan Asumsi, RKP Banjararum 2027 Kini Berbasis Data!

9 Agustus 2026 - 15:59 WIB

Musdes Penetapan ID Banjararum2.
Trending di KABAR DESA