Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

KABAR DESA · 21 Jan 2026 04:05 WIB ·

Siasat Desa Cimenteng Jaya Lawan Pemangkasan Anggaran Lewat Musrenbangdes


					Siasat Desa Cimenteng Jaya Lawan Pemangkasan Anggaran Lewat Musrenbangdes Perbesar

Lebak, Banten [DESA MERDEKA] Keterbatasan anggaran bukan berarti pembangunan harus mati suri. Di saat banyak pihak mengeluhkan pemangkasan dana, Pemerintah Desa Cimenteng Jaya, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak, justru memasang kuda-kuda kuat melalui strategi ekonomi mandiri.

Dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) yang digelar Selasa (20/1/2026), Desa Cimenteng Jaya resmi mengalihkan fokus dari ketergantungan infrastruktur mahal menuju kedaulatan pangan dan penguatan lembaga ekonomi desa. Langkah ini diambil sebagai respons “out of the box” terhadap efisiensi anggaran yang sedang terjadi.

Kepala Desa Cimenteng Jaya, Aan, menegaskan bahwa optimismenya tidak surut meski kantong anggaran sedang menyusut. Menurutnya, tantangan ini adalah momentum untuk membuktikan bahwa desa bisa berdaya secara organik.

“Kita harus tetap optimistis meskipun ada pemangkasan anggaran. Fokus utama kita adalah memaksimalkan ketahanan pangan, memperkuat Koperasi Merah Putih, dan mengembangkan BUMDes agar roda ekonomi warga tidak berhenti,” tegas Aan di Aula Kantor Desa.

Visi Astacita di Tingkat Akar Rumput
Sektor ketahanan pangan dipilih bukan tanpa alasan. Selain berdampak langsung pada isi dapur warga, prioritas ini selaras dengan visi “Lebak Ruhay” dan program Astacita Presiden Prabowo Subianto. Strateginya mencakup optimalisasi lahan tidur, dukungan penuh bagi kelompok tani, hingga pemanfaatan sumber daya lokal yang selama ini belum terjamah secara komersial.

Koperasi Merah Putih dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) akan menjadi dua mesin utama yang digenjot tahun ini. Melalui dua lembaga ini, desa berambisi mengelola unit usaha mandiri sehingga pendapatan desa tidak lagi 100 persen bergantung pada kucuran dana pemerintah pusat atau daerah.

Pembangunan Partisipatif Tanpa Sekat
Musrenbangdes ini menjadi bukti nyata bahwa demokrasi tingkat desa berjalan sehat. Forum ini dihadiri oleh jajaran BPD, perwakilan kecamatan, TNI, hingga tokoh pemuda dan perempuan. Diskusi berlangsung dinamis, di mana warga tidak hanya mengusulkan pembangunan jalan atau jembatan, tetapi juga ide-ide pemberdayaan yang lebih substansial.

Pemerintah Desa menjamin bahwa setiap aspirasi warga—mulai dari pelayanan publik hingga infrastruktur skala kecil—tetap dicatat sebagai bahan evaluasi dalam tahapan perencanaan selanjutnya. Cimenteng Jaya ingin menunjukkan bahwa dengan perencanaan yang matang dan partisipasi aktif masyarakat, kesejahteraan bisa dicapai meski dengan sumber daya yang terbatas.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 35 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Merti Dusun Kranggan 1 Jadi Ruang Warga Lestarikan Budaya Jawa

6 September 2026 - 23:13 WIB

Krisis Air Kertagena Laok: Antara Hak Publik dan Dana Aspirasi

28 Agustus 2026 - 14:15 WIB

Watugede Culture Festival 2026 Bukukan Transaksi Rp140 Juta

25 Agustus 2026 - 09:10 WIB

pembukaan watugede culture festival

Kursi Panas BPD Sosoh Buay Rayap Berakhir Damai

21 Agustus 2026 - 23:28 WIB

Suara Kaum Marginal di Balik Gelar Desa Antikorupsi Nasional Banyubiru

21 Agustus 2026 - 15:28 WIB

Puncak Gunung Es BSPS Malaka: Rakyat Miskin Dipaksa Nombok

21 Agustus 2026 - 09:03 WIB

Trending di KABAR DESA