Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

SOSBUD · 17 Jan 2026 05:22 WIB ·

Satu Tiang Alif, Simbol Persatuan Langit dan Bumi di Pelita


					Satu Tiang Alif, Simbol Persatuan Langit dan Bumi di Pelita Perbesar

Halmahera Selatan, Maluku Utara [DESA MERDEKA] Desa Pelita di Mandioli Utara baru saja mengukir sejarah spiritual yang tak terlupakan. Bukan sekadar konstruksi fisik, pemancangan Tiang Alif Masjid Al-Muhajirin pada Jumat (16/1/2026) menjadi momen “langit dan bumi bertemu” dalam balutan tradisi, iman, dan persatuan sosial masyarakat Halmahera Selatan.

Prosesi ini bukan sekadar memasang hiasan kubah. Diiringi gema zikir dan selawat, Tiang Alif diarak keliling desa sebelum akhirnya dinaikkan ke puncak masjid. Suasana berubah drastis menjadi penuh haru saat tiang tersebut dipancangkan tepat ketika kumandang azan membelah langit Mandioli Utara. Bagi warga, ini adalah simbol kokohnya ketauhidan dan keesaan Allah SWT di tanah mereka.

Harmoni Antara Kesultanan dan Pemerintahan
Momen bersejarah ini menjadi kian sakral dengan kehadiran dua figur kunci: Sultan Bacan, Muhammad Irsyad Maulana, dan Wakil Bupati Halmahera Selatan, Helmi Umar Muchsin. Kehadiran mereka di lokasi yang sama mencerminkan kolaborasi apik antara adat yang luhur dan birokrasi yang melayani.

Sultan Bacan dalam pesannya menekankan bahwa pemasangan Tiang Alif adalah doa visual untuk keberkahan desa. “Semoga momen ini membawa kedamaian, kesejahteraan, dan kemakmuran bagi seluruh masyarakat Desa Pelita,” ujar Sultan dengan penuh wibawa.

Di sisi lain, Wakil Bupati Helmi Umar Muchsin menegaskan bahwa pemerintah daerah berdiri tegak di belakang pembangunan infrastruktur keagamaan. “Pembangunan ini menyangkut kepentingan umat. Kami siap memberikan dukungan penuh, baik secara pribadi maupun kelembagaan,” tegasnya.

Tiang Alif Sebagai Fondasi Sosial
Kepala Desa Pelita, Muhdi Umar, menyebut kunjungan Sultan dan Wakil Bupati sebagai catatan tinta emas bagi desanya. Baginya, tiang alif memiliki makna filosofis yang sangat dalam; ia adalah garis tegak lurus yang mengingatkan manusia akan asalnya.

Selain pemancangan, rangkaian acara ini juga dirangkaikan dengan peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW, yang semakin memperkuat ikatan spiritual warga. Kehadiran tokoh-tokoh penting ini tidak hanya memberikan semangat bagi panitia pembangunan, tetapi juga menghidupkan kembali nilai-nilai leluhur serta memperkuat keharmonisan sosial di Halmahera Selatan.

Melalui satu tiang kayu yang menjulang ke langit, Desa Pelita menunjukkan bahwa pembangunan fisik masjid harus berjalan beriringan dengan penguatan batin dan solidaritas masyarakat.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 46 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Menanti Negara Mengakui Batas Administrasi Wilayah Adat Desa Darmo

29 Juli 2026 - 16:27 WIB

Kampus Sumbar Didorong Teliti dan Lestarikan Budaya Minangkabau

27 Juli 2026 - 06:01 WIB

Septiani: Tulang Punggung yang Berpulang di PT PEI HAI

25 Juli 2026 - 14:27 WIB

Menjaga Hutan Lewat Tradisi Krapyak Saparan di Bonosari

24 Juli 2026 - 14:02 WIB

Merah Putih Bung Karno di Builaran, Berdayakan Ekonomi Kaum Marhaen

22 Juli 2026 - 17:51 WIB

Cahaya Lilin Rumah Sederhana yang Menghidupkan Batik Singosari

17 Juli 2026 - 14:28 WIB

Kebangkitan Batik Singosari
Trending di SOSBUD