Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

KABAR DESA · 18 Feb 2026 01:46 WIB ·

Satu Dekade Menghafal Lubang, Warga Jiken Akhirnya Dapat Pertolongan


					Pihak SPPG Jiken 1 bersama Forkopimcam setempat dan warga berkolaborasi lakukan penambalan jalan kabupaten yang berlubang. Perbesar

Pihak SPPG Jiken 1 bersama Forkopimcam setempat dan warga berkolaborasi lakukan penambalan jalan kabupaten yang berlubang.

Bojonegoro, Jawa Timur [DESA MERDEKA] Bagi warga Desa Singonegoro, Kecamatan Jiken, jalan raya bukan sekadar sarana transportasi, melainkan sebuah ujian nyawa. Selama sepuluh tahun terakhir, mereka dipaksa “menghafal” setiap jengkal lubang di jalan kabupaten tersebut demi menghindari maut. Ironisnya, saat bantuan tiba pada Senin (16/2/2026), tangan pertama yang merangkul mereka adalah sektor swasta, bukan pemerintah daerah.

Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Jiken 1 muncul menjadi oase di tengah gersangnya infrastruktur. Melalui inisiatif mandiri, mereka mengirimkan sembilan rit grosok (tanah uruk) untuk menutup lubang-lubang maut sepanjang 1 hingga 2 kilometer di ruas jalan Singonegoro.

Diskusi Gizi Berujung Perbaikan Jalan
Kepala SPPG Jiken 1, Chendy Ilyas Nugraha, mengungkapkan bahwa aksi ini lahir dari diskusi tak terduga dengan Badan Gizi Nasional (BGN). Dari pembicaraan mengenai program Makan Bergizi Gratis (MBG), fokus beralih pada realita bahwa pemenuhan gizi mustahil optimal tanpa akses jalan yang layak.

“Walaupun jalan ini bukan jalur distribusi MBG kami, ini murni bentuk kepedulian. Kami berkoordinasi dengan Forkopimcam dan masyarakat untuk segera bergerak menutup lubang darurat,” ujar Chendy di sela-sela pengurukan jalan.

APBD Terbatas, Gotong Royong Jadi Penyelamat
Camat Jiken, Joko Leleno, tidak menampik bahwa keterbatasan APBD 2026 menjadi tembok penghalang bagi percepatan perbaikan jalan permanen. Di tengah terjepitnya anggaran, sinergi swasta menjadi satu-satunya napas bantuan bagi warga.

“Kemampuan anggaran memang terbatas, sementara kebutuhan jalan sangat banyak. Hari ini kita bergerak bersama melalui donasi material dari SPPG dan tenaga dari warga serta TNI-Polri,” jelas Joko.

Risiko di Balik Genangan Air
Kepala Desa Singonegoro, Sarji, memaparkan betapa berbahayanya ruas jalan kabupaten ini, terutama saat musim hujan. Kerusakan parah mencapai 4 kilometer, dengan titik terparah sekitar 2 kilometer ke arah Dungkraw.

“Kalau malam atau hujan, lubangnya tidak kelihatan karena tertutup air. Selama sepuluh tahun warga bertaruh risiko setiap melintas. Belum ada kecelakaan maut, tapi kendaraan oleng sudah jadi pemandangan biasa,” keluhnya.

Eko Sumarno, warga setempat, menambahkan bahwa meski titik di wilayah Ketringan dan Tempel sudah mulai tersentuh perbaikan, jalur Singonegoro hingga Jiworejo seolah terlupakan selama satu dekade. Baginya, urukan grosok ini adalah napas lega sementara, meski dambaan akan aspal permanen masih menggantung tinggi.

Penanganan darurat ini membuktikan bahwa saat birokrasi melambat, kepedulian sesama adalah satu-satunya cara agar warga tidak terus-menerus “bersahabat” dengan bahaya di jalan raya.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 38 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Merti Dusun Kranggan 1 Jadi Ruang Warga Lestarikan Budaya Jawa

6 September 2026 - 23:13 WIB

Krisis Air Kertagena Laok: Antara Hak Publik dan Dana Aspirasi

28 Agustus 2026 - 14:15 WIB

Watugede Culture Festival 2026 Bukukan Transaksi Rp140 Juta

25 Agustus 2026 - 09:10 WIB

pembukaan watugede culture festival

Kursi Panas BPD Sosoh Buay Rayap Berakhir Damai

21 Agustus 2026 - 23:28 WIB

Suara Kaum Marginal di Balik Gelar Desa Antikorupsi Nasional Banyubiru

21 Agustus 2026 - 15:28 WIB

Puncak Gunung Es BSPS Malaka: Rakyat Miskin Dipaksa Nombok

21 Agustus 2026 - 09:03 WIB

Trending di KABAR DESA