Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

KABAR PEMDA · 2 Feb 2026 08:26 WIB ·

Samsat Sijunjung: Penopang Ekonomi Daerah yang Terlupakan Fasilitas


					Samsat Sijunjung: Penopang Ekonomi Daerah yang Terlupakan Fasilitas Perbesar

Sijunjung, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] Bagaimana mungkin sebuah institusi yang menjadi “mesin uang” atau ujung tombak Pendapatan Asli Daerah (PAD) Sumatera Barat hanya dikelola oleh empat orang ASN? Ironi inilah yang ditemukan Ketua DPRD Provinsi Sumbar, Muhidi, saat melakukan kunjungan kerja ke UPTD Samsat Sijunjung, Kamis (29/1/2026).

Muhidi mendapati fakta bahwa kantor yang berdiri sejak 1992 tersebut sudah tidak representatif lagi untuk melayani masyarakat modern. Selain minimnya sumber daya manusia (SDM), sarana operasional dan kondisi fisik bangunan menjadi hambatan nyata yang berisiko menurunkan minat warga membayar pajak.

“UPTD Samsat adalah ujung tombak penerimaan daerah. Jika tidak ditopang SDM dan sarana memadai, dampaknya langsung pada pendapatan daerah. DPRD akan memberikan perhatian serius untuk menindaklanjuti ini,” tegas Muhidi.

Inovasi di Tengah Keterbatasan
Meski terjepit keterbatasan, UPTD Samsat Sijunjung enggan menyerah pada keadaan. Kepala Seksi Penagihan dan Penerimaan, Rio Satria, membeberkan bahwa pihaknya tengah menyiapkan Samsat Drive Thru di Kantor DPRD Sijunjung. Layanan ini dijadwalkan meluncur tepat pada Hari Jadi Kabupaten Sijunjung sebagai kado kemudahan bagi wajib pajak.

Tak hanya itu, tahun 2026 ini Samsat Sijunjung meluncurkan inovasi SIBER (Signal Berbantuan). Program ini didesain khusus untuk mendampingi warga yang mengalami kendala teknis saat melakukan pembayaran melalui payment point.

Tantangan Geografis dan Kendaraan Operasional
Sijunjung memiliki wilayah yang luas, namun layanan Samsat Keliling yang beroperasi delapan kali sebulan masih terkendala armada. Rio mengakui bahwa keterbatasan kendaraan operasional membuat jangkauan pelayanan belum bisa menyentuh seluruh pelosok secara maksimal.

Aspirasi penguatan SDM dan perbaikan infrastruktur ini kini berada di meja DPRD Sumbar. Publik menanti apakah mesin pendapatan ini akan segera “diservis” dengan penambahan personel dan gedung baru yang lebih nyaman, atau tetap dipaksa bekerja ekstra dengan fasilitas peninggalan era 90-an.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 23 kali

badge-check

Jurnalis

Satu tanggapan untuk “Samsat Sijunjung: Penopang Ekonomi Daerah yang Terlupakan Fasilitas”

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Perangkat RT di Padang Keluhkan Minimnya Edukasi Hukum Warga

10 Agustus 2026 - 15:30 WIB

Anggota DPRD Sumbar Ungkap Rahasia Terbaru Bangun Nagari

10 Agustus 2026 - 11:03 WIB

Imbas KUHP Baru: Nagari Sumbar Bersiap Terapkan Kerja Sosial

9 Agustus 2026 - 14:07 WIB

Magelang “Paksa” Uang ASN Kembali Berputar di Warung Desa

8 Agustus 2026 - 18:56 WIB

Menggugat Panggung Gastronomi: Kedaulatan Pangan Dimulai dari Desa

8 Agustus 2026 - 14:57 WIB

Sumbar Kebut Proyek Jalan Rp258 Miliar Hingga Desember

8 Agustus 2026 - 14:45 WIB

Trending di KABAR PEMDA