Solok, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] – Safari Ramadan bukan sekadar agenda rutin bagi Ketua DPRD Sumatera Barat, Muhidi. Saat mengunjungi Masjid Nurul Yaqin, Nagari Kuncir, Minggu (22/2/2026) malam, ia membawa pesan transformasi yang mendalam: ibadah harus berdampingan dengan ilmu pengetahuan untuk mengubah nasib ekonomi masyarakat pedesaan.
Di hadapan jamaah yang memadati masjid, Muhidi menegaskan bahwa ketakwaan adalah solusi atas segala persoalan hidup. Namun, ia mengingatkan bahwa mengelola sumber daya alam seperti sawah dan lahan pertanian di Kabupaten Solok membutuhkan keterampilan modern agar hasilnya bisa melonjak dua hingga tiga kali lipat.
“Kalau kita punya sawah, dengan ilmu bisa dikelola satu kali panen menjadi dua atau tiga kali. Hasilnya meningkat, kesejahteraan pun terjaga. Allah menyediakan alam, kita yang harus cerdas mengelolanya,” ujar Muhidi dalam pesan khidmatnya.
Vokasi untuk 5.000 Pemuda Sumbar
Ketua DPRD Sumbar ini juga menyoroti masa depan generasi muda di nagari. Ia menginformasikan adanya kuota pelatihan vokasi bagi 5.000 pemuda dari Menteri Ketenagakerjaan. Program ini diharapkan menjadi pintu gerbang bagi pemuda Solok untuk memiliki keahlian yang relevan dengan pasar kerja atau bahkan membuka lapangan usaha baru secara mandiri.
Muhidi mendorong para orang tua dan pemuda nagari untuk proaktif menjemput kesempatan ini, agar bonus demografi di Sumatera Barat tidak menjadi beban, melainkan aset yang produktif.
Pemulihan Pasca-Bencana yang Lebih Cepat
Selain motivasi ekonomi, Muhidi memberikan kabar baik mengenai progres pemulihan pasca-banjir dan galodo hebat yang melanda Sumbar pada November 2025. Sinergi antara pemerintah daerah, TNI/Polri, dan masyarakat berhasil mempercepat pendataan rehabilitasi dan rekonstruksi (R3P).
“Data sudah diserahkan ke pemerintah pusat hanya dalam waktu 48 hari, jauh lebih cepat dari target semula yang tiga bulan. Gubernur sudah mempresentasikan kebutuhan kita, sekarang tinggal menunggu keputusan bantuan pusat,” jelasnya.
Bantuan Tunai dan Infrastruktur Masjid
Sebagai bentuk dukungan nyata bagi sarana ibadah, Muhidi menyerahkan bantuan senilai Rp50 juta dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, ditambah Rp5 juta dari Bank Nagari, serta sumbangan pribadi. Masjid Nurul Yaqin juga menerima satu unit mesin genset dari PLN dan 40 mushaf Al-Qur’an.
Muhidi menutup kunjungannya dengan imbauan agar masyarakat tetap menjaga kekhusyukan ibadah tanpa gangguan petasan, serta meramaikan masjid melalui kegiatan positif seperti Pesantren Ramadan yang kini serentak dilaksanakan di seluruh kabupaten dan kota di Sumatera Barat.

















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.