Sungaiselan, Bangka Tengah [DESA MERDEKA] – Tradisi Ruwah Kubur, sebuah warisan budaya yang sarat makna, kembali digelar meriah di Desa Keretak, Kabupaten Bangka Tengah. Acara tahunan ini menjadi magnet bagi masyarakat setempat dan sekitarnya untuk berkumpul, berdoa, dan mempererat tali silaturahmi.
Pada perayaan tahun ini, ribuan dulang berisi hidangan khas daerah menghiasi lokasi acara. Tradisi “nganggung” atau membawa makanan dalam dulang ini menjadi ciri khas Ruwah Kubur. Masyarakat saling berbagi makanan sambil berbincang hangat di masjid.
Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman, yang hadir dalam acara tersebut, mengungkapkan bahwa Ruwah Kubur bukan hanya sekadar ritual tahunan, tetapi juga memiliki nilai spiritual yang mendalam. “Acara ini mengingatkan kita akan pentingnya beribadah, mendoakan orang-orang yang telah meninggal, dan mempererat tali persaudaraan,” ujarnya.
Selain kegiatan inti berupa yasinan dan tahlilan, acara juga dimeriahkan dengan tabligh akbar yang menghadirkan penceramah kondang. Hal ini semakin menambah semarak suasana dan memberikan penyegaran rohani bagi para peserta.
Kepala Desa Keretak, Ahmad Nurihsan, menyampaikan rasa syukur atas suksesnya penyelenggaraan acara tahun ini. “Kami berharap tradisi Ruwah Kubur ini dapat terus lestari dan menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas masyarakat Desa Keretak,” ungkapnya.
Redaksi Desa Merdeka


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.