Menu

Mode Gelap
Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi

PEMDA · 28 Apr 2026 20:40 WIB ·

Rapor LKPJ Sumbar versi DPRD: Proyek Gagal dan Pendapatan Meleset


					Rapor LKPJ Sumbar versi DPRD: Proyek Gagal dan Pendapatan Meleset Perbesar

Padang, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] DPRD Sumatera Barat akhirnya membongkar borok pengelolaan keuangan daerah dalam rekomendasi Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun 2025. Meski capaian makro diklaim melampaui target, kenyataan pahit di lapangan menunjukkan sejumlah program strategis justru layu sebelum berkembang, mulai dari target pendapatan yang meleset hingga proyek fisik yang gagal terlaksana.

Ketua DPRD Sumbar, Muhidi, menegaskan bahwa meski pemerintahan berjalan di tengah kepungan bencana hidrometeorologi, efisiensi anggaran tidak boleh menjadi alasan pembenar atas kegagalan eksekusi program. Sektor-sektor vital yang bersentuhan langsung dengan perut rakyat—seperti pertanian, pariwisata, dan pekerjaan umum—mendapat catatan merah yang menuntut perbaikan konkret, bukan sekadar janji normatif.

Dua Tahap Bedah Kinerja
Pembahasan LKPJ ini dilakukan secara maraton melalui bedah komisi bersama OPD terkait hingga pendalaman oleh Panitia Khusus. Hasilnya telak: pengelolaan keuangan daerah dinilai belum optimal. DPRD menyoroti ketidakmampuan pemerintah dalam mencapai target pendapatan, yang secara otomatis mengancam ketersediaan dana untuk pembangunan infrastruktur di wilayah pedesaan dan pinggiran.

Muhidi mengingatkan pemerintah agar tindak lanjut atas rekomendasi ini dilaporkan setiap enam bulan. Hal ini bertujuan agar lubang-lubang kegagalan di tahun 2025 tidak menjadi lubang yang sama di tahun mendatang. Pengawasan ketat ini penting guna memastikan setiap rupiah pajak rakyat kembali dalam bentuk manfaat nyata, bukan sekadar tumpukan laporan di meja birokrasi.

Pengakuan Kelemahan dan Optimisme Semu
Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy, mengakui adanya kekurangan dalam pelaksanaan pembangunan sepanjang tahun 2025. Berbagai tantangan yang dihadapi, mulai dari masalah internal OPD hingga kendala teknis di lapangan, diklaim akan menjadi pembelajaran. Namun, optimisme pemerintah dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat kini diuji oleh kemampuan mereka mengeksekusi rekomendasi DPRD tersebut secara nyata.

Sinergi antara akademisi, dunia usaha, dan instansi vertikal memang diharapkan menguat. Namun tanpa perbaikan mendasar pada tata kelola keuangan, visi kesejahteraan Sumatera Barat terancam hanya menjadi catatan di atas kertas. Rakyat kini menunggu: apakah rekomendasi ini akan mengubah wajah pembangunan di desa, atau hanya berakhir sebagai dokumen rutin tanpa taji.

 

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Seribu Konten Kreator Siap Sulap Jateng Jadi Desa Wisata

29 April 2026 - 01:15 WIB

Premanisme Berseragam Dishub Halmahera Selatan Coreng Wajah Birokrasi

28 April 2026 - 20:05 WIB

Otonomi Daerah Harus Jadi Mesin Sejahtera Rakyat Desa

28 April 2026 - 13:37 WIB

Otonomi Daerah: Jangan Sampai Desa Hanya Jadi Penonton

27 April 2026 - 13:09 WIB

Tambang Ilegal Hancurkan Desa: Gubernur Sumbar Desak Izin Rakyat

27 April 2026 - 09:05 WIB

Solok Selatan dan Mentawai Berhasil Borong Miliaran Rupiah

27 April 2026 - 08:54 WIB

Trending di PEMDA