Menu

Mode Gelap
Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi

RAGAM · 16 Mei 2025 15:32 WIB ·

Pusat ABS-SBK Sumbar Makin Komplet, MUI Punya Rumah Baru!


					Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah (tengah), melakukan peletakan batu pertama pembangunan Kantor MUI Sumbar di Kompleks Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi Sumbar, Jumat (16/05/2025), sebagai bagian dari pemusatan implementasi Falsafah ABS-SBK. Perbesar

Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah (tengah), melakukan peletakan batu pertama pembangunan Kantor MUI Sumbar di Kompleks Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi Sumbar, Jumat (16/05/2025), sebagai bagian dari pemusatan implementasi Falsafah ABS-SBK.

Padang, Sumbar [DESA MERDEKA] Kabar gembira bagi umat Islam dan masyarakat Sumatera Barat! Impian lama untuk memiliki Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumbar yang representatif akhirnya mulai terwujud. Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, secara resmi meletakkan batu pertama pembangunan gedung megah tersebut di kawasan strategis, yakni di Kompleks Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi Sumbar, pada Jumat (16/05/2025).

Lebih dari sekadar bangunan fisik, keberadaan Kantor MUI Sumbar ini diproyeksikan akan semakin mengukuhkan kompleks Masjid Raya sebagai pusat implementasi Falsafah Adat Basandi Syarak-Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK) di Ranah Minang. Gubernur Mahyeldi dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas dimulainya pembangunan kantor yang telah lama dinantikan.

“Alhamdulillah, hari ini kita memulai pembangunan Kantor MUI yang telah lama menjadi harapan kita bersama,” ujar Mahyeldi dengan nada penuh optimisme. “Kawasan ini akan menjadi pusat pengimplementasian Falsafah ABS-SBK, karena kita juga telah memiliki Kantor Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) dan Kantor Bundo Kanduang di kompleks Masjid Raya ini.”

Gedung lima lantai yang pembangunannya menelan anggaran murni dari APBD Sumbar sebesar Rp24 miliar ini, dengan nilai kontrak pengerjaan sekitar Rp20 miliar, ditargetkan rampung dalam waktu tujuh bulan, atau sekitar pertengahan Desember 2025. Mahyeldi menjelaskan bahwa keberadaan Kantor MUI di jantung kompleks Masjid Raya ini juga merupakan wujud nyata dari pelaksanaan Undang-Undang (UU) Nomor 17 Tahun 2022 tentang Provinsi Sumbar, yang secara eksplisit menyebutkan penerapan Falsafah ABS-SBK sebagai salah satu kekhasan daerah.

“Selain itu, pembangunan kantor ini juga merupakan bagian dari perencanaan tata ruang yang lebih besar,” lanjutnya. “Ke depannya, kantor-kantor di lingkup Pemerintah Provinsi juga akan terkonsentrasi di kawasan Kantor Gubernur Sumbar, sehingga diharapkan pelayanan kepada umat dan masyarakat dapat semakin maksimal dan terintegrasi.”

Sementara itu, Ketua MUI Sumbar, Gusrizal Gazahar, menyambut baik dimulainya pembangunan kantor baru ini. Baginya, kantor ini bukan hanya sekadar simbol kehadiran fisik para ulama, melainkan representasi komitmen untuk senantiasa hadir dan melayani umat. “Meskipun fisik tidak hadir 24 jam, hati ulama harus senantiasa tersedia untuk umat,” tegasnya dengan penuh khidmat.

Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setdaprov Sumbar, Al Amin, dalam laporannya menjelaskan bahwa proses penetapan lokasi (penlok) Kantor MUI Sumbar telah dilakukan sejak 25 November 2024. Pembangunan ini dianggap sebagai langkah strategis untuk memperkuat peran MUI dalam membina umat, menjalin sinergi yang lebih erat dengan pemerintah daerah, serta memperkokoh pembangunan yang berlandaskan nilai-nilai budaya lokal.

“Kami berharap keberadaan kantor ini dapat mendukung pelayanan yang optimal kepada umat, serta semakin menjadikan Masjid Raya sebagai pusat pendidikan adat, budaya, dan keagamaan yang berakar pada ABS-SBK,” ungkap Al Amin.

Kepala Dinas Bina Marga, Cipta Karya, dan Tata Ruang (BMCKTR) Provinsi Sumbar, Erasukma Munaf, menambahkan bahwa gedung lima lantai ini dirancang untuk memenuhi seluruh kebutuhan kelembagaan MUI secara maksimal. “Kita targetkan pengerjaannya akan rampung pada Desember tahun ini,” ujarnya optimis.

Acara peletakan batu pertama ini menjadi momen bersejarah dan dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk unsur Forkopimda Sumbar, pimpinan instansi vertikal dan BUMN/BUMD, serta pimpinan berbagai organisasi masyarakat (ormas) Islam dan adat terkemuka di Sumatera Barat, seperti Muhammadiyah Sumbar, Nahdlatul Ulama (NU) Sumbar, Aisyiyah Sumbar, LKAAM Sumbar, dan Persatuan Bundo Kanduang Sumbar. Kehadiran para tokoh ini semakin menegaskan dukungan dan harapan besar terhadap peran MUI dalam membimbing dan mengayomi masyarakat Minangkabau. H)

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 43 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Etika Jurnalisme: Pilar Penjaga Marwah Pembangunan dari Desa

3 Mei 2026 - 12:13 WIB

Jejak Sunyi di Lembah Pusako Episode 27: Pariwisata Ramah Lingkungan

3 Mei 2026 - 09:57 WIB

Kepala Desa Jarang Ngantor Jadi Ancaman Serius Pembangunan

24 April 2026 - 22:13 WIB

Ekonomi Digital Desa: Koperasi Merah Putih Tembus Pasar Dunia

23 April 2026 - 09:32 WIB

Asa dari Kalaotoa: Saat Bupati Peluk Keluhan Warga

22 April 2026 - 10:54 WIB

Optimisme Petani Selayar: Jagung Bersemi, Kelapa Menanti Data

21 April 2026 - 18:24 WIB

Trending di RAGAM