Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

EKONOMI BISNIS · 26 Feb 2025 14:49 WIB ·

Produsen Sale Pisang Banyumas Siapkan 10 Ton Stok Lebaran


					Produsen Sale Pisang Banyumas Siapkan 10 Ton Stok Lebaran Perbesar

Banyumas, Jawa Tengah [DESA MERDEKA] Pengalaman adalah guru terbaik bagi Sarman, produsen camilan tradisional asal Desa Randegan, Kecamatan Wangon, Banyumas. Enggan mengulangi kekecewaan pelanggan akibat stok yang habis pada tahun lalu, Sarman memutuskan untuk menggenjot produksi sriping dan sale pisang hingga mencapai 10 ton untuk menyambut Ramadan dan Lebaran 2025.

Langkah berani ini diambil setelah pada Ramadan 2024, stok sebanyak 7 ton yang ia siapkan ludes dalam waktu singkat dan gagal memenuhi permintaan pasar yang membeludak. Dengan persiapan yang dilakukan jauh-jauh hari, ia berharap masyarakat tidak lagi kesulitan mendapatkan buah tangan khas Banyumas ini saat hari raya nanti.

“Kita persiapkan dari sekarang karena tahun lalu stok 7 ton saja ternyata masih kurang untuk memenuhi permintaan menjelang Lebaran,” ujar Sarman saat ditemui di rumah produksinya, Rabu (26/2/2025).

Berburu Bahan Baku di Tengah Musim Hujan
Meski target produksi meningkat signifikan, jalan Sarman tidak sepenuhnya mulus. Ia mengungkapkan bahwa tantangan terbesar saat ini adalah ketersediaan bahan baku pisang yang mulai langka akibat cuaca ekstrem. Curah hujan yang tinggi menyebabkan banyak tanaman pisang milik petani mati atau gagal panen.

Untuk menyiasati hal tersebut, Sarman kini harus memperluas jaringan pasokannya. Jika sebelumnya ia hanya mengandalkan suplai dari wilayah Cilacap, kini ia mulai “berburu” pisang hingga ke pelosok Cilongok dan Ajibarang guna memastikan mesin produksinya tetap mengepul. Hingga akhir Februari ini, progres produksi diklaim telah menyentuh angka 50 persen dari target.

Harga Terjangkau untuk Pasar Grosir dan Eceran
Menariknya, meski permintaan diprediksi naik tajam, Sarman tetap menjaga harga jualnya agar tetap kompetitif. Produk sriping dan sale pisang produksinya dibanderol seharga Rp25.000 per kilogram untuk pembelian grosir dan Rp30.000 per kilogram untuk pembeli eceran.

Bagi konsumen yang ingin membeli dalam jumlah besar namun praktis, ia menyediakan paket “bal” seharga Rp50.000 dengan isi 2 kilogram. Inisiatif Sarman tidak hanya sekadar strategi bisnis untuk meraup untung, tetapi juga menjadi penggerak roda ekonomi lokal di Desa Randegan melalui penyerapan tenaga kerja dan bahan baku petani sekitar.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 87 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Warung Pangan ID Food Diperluas, Pasar Tradisional Didorong Putus Rantai Pasok

11 Agustus 2026 - 05:32 WIB

Suara Pelaku UMKM Sumbar: Butuh Legalitas Dan Keuangan

29 Juli 2026 - 14:45 WIB

Ekonomi Halal Global Harus Dimulai dari Desa dan UMKM

23 Juli 2026 - 14:58 WIB

Kisah Sukses Marno Kembangkan Bakso Lewat Bimtek

25 Juni 2026 - 15:53 WIB

Bukan Cuma Berburu Turis, Ini Wajah Baru Pariwisata Masa Depan!

31 Mei 2026 - 01:38 WIB

Internet Rakyat: Senjata Baru BUMDesa Sragen Mandiri Digital

30 Mei 2026 - 18:42 WIB

Perangkat Internet Rakyat di Acara GAS 2026
Trending di EKONOMI BISNIS