Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

RAGAM · 5 Feb 2026 22:56 WIB ·

Petugas Haji Sumbar Digembleng Semi Militer Demi Layani Tamu Allah


					Petugas Haji Sumbar Digembleng Semi Militer Demi Layani Tamu Allah Perbesar

Padang, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] Menjadi petugas haji bukan lagi tiket untuk sekadar beribadah gratis dengan fasilitas nyaman. Tahun ini, para petugas haji asal Sumatera Barat harus melewati gemblengan fisik dan mental ala militer guna memastikan pelayanan kepada jamaah mencapai standar tertinggi.

Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, menegaskan bahwa kualitas penyelenggaraan haji 1447 H/2026 M bergantung sepenuhnya pada integritas petugas di lapangan. Hal ini disampaikannya saat membuka Pendidikan dan Pelatihan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) di Aula Asrama Haji Embarkasi Tabing, Padang, Kamis (5/2/2026).

Bukan Sekadar Administrasi, Tapi Pengabdian Total
Mahyeldi menyoroti bahwa jamaah haji adalah tamu Allah yang memerlukan empati, bukan sekadar urusan dokumen. Petugas dituntut hadir secara utuh sebagai pendamping ibadah, penjaga kesehatan, hingga penenang batin jamaah.

“Tugas ini adalah pengabdian sekaligus ibadah. Jangan jadikan ini rutinitas, apalagi untuk kepentingan pribadi. Niatkan sejak awal untuk membawa nama baik daerah melalui pelayanan sepenuh hati,” tegas Mahyeldi di depan para peserta.

Disiplin Baja: Kolaborasi dengan TNI
Ada yang berbeda dalam pola pelatihan tahun ini. Pelaksana Tugas Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Sumbar, Rifki, menjelaskan bahwa 74 peserta diklat—mulai dari Ketua Kloter hingga Tenaga Kesehatan—akan mengikuti pendekatan semi militer dengan dukungan personel TNI.

Langkah out of the box ini diambil untuk membentuk:

  • Kedisiplinan Tinggi: Memastikan petugas sigap dalam segala kondisi cuaca dan kepadatan di tanah suci.
  • Kekompakan Tim: Menghilangkan ego sektoral antar petugas kesehatan dan pembimbing ibadah.
  • Kesiapan Fisik: Mengingat beban kerja petugas haji yang sangat berat selama fase puncak haji.

Direktur Jenderal Ekosistem Ekonomi Haji, Harun Al Rasyid, turut mengingatkan bahwa standar pelayanan tahun ini dinaikkan. “Petugas haji bukan untuk santai. Standar mesti tinggi agar petugas benar-benar hadir melayani jamaah, bukan malah dilayani,” ujarnya ketat.

Dengan keterlibatan unsur militer dalam pelatihan, Embarkasi Sumbar optimistis mampu melahirkan petugas yang tidak hanya cakap secara teknis, tetapi juga memiliki ketangguhan moral untuk menjaga martabat jamaah asal “Ranah Minang” di mata dunia.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 18 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Siasat Ekonomi Pascatambang Desa Kalimantan Timur Lepas dari Batu Bara

27 Mei 2026 - 14:06 WIB

Perjuangan Energi dan Janji Listrik Nagari Sungai Lolo

27 Mei 2026 - 10:24 WIB

Idul Adha Dongkrak Perekonomian Desa Kabupaten Blitar

26 Mei 2026 - 21:14 WIB

Dana Rp100,1 Triliun Pacu Pemulihan Pascabencana Desa Sumbar

26 Mei 2026 - 15:42 WIB

Strategi BUMDes dan Pemda Jaga Pangan Lokal dari Impor

24 Mei 2026 - 16:47 WIB

Indonesia di Persimpangan: Restorasi Kepercayaan Ekonomi Menembus Batas Desa

23 Mei 2026 - 14:58 WIB

Trending di RAGAM