Menu

Mode Gelap
Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi Bukan Seremoni, Desa Kambuno Rayakan Hari Desa dengan Aksi

DESA · 22 Agu 2024 18:01 WIB ·

Petani Sukoharjo Ancam Gagal Panen, Desak Penundaan Penutupan Dam Colo


					Ketua P3A Dam Colo Timur Jigong Sarjanto menyampaikan tuntutan di BBWSBS terkait rencana penutupan Dam Colo pada 9 September mendatang. Perbesar

Ketua P3A Dam Colo Timur Jigong Sarjanto menyampaikan tuntutan di BBWSBS terkait rencana penutupan Dam Colo pada 9 September mendatang.

Sukoharjo [DESA MERDEKA] – Pernahkah kamu bayangkan bagaimana rasanya jika makanan pokok seperti nasi tiba-tiba langka? Nah, itulah yang sedang dikhawatirkan oleh ribuan petani di Sukoharjo. Ancaman gagal panen akibat penutupan Dam Colo membuat mereka cemas dan mendesak pemerintah untuk mencari solusi.

Dam Colo adalah bendungan yang sangat penting bagi para petani di Sukoharjo, Sragen, dan Karanganyar. Bendungan ini berfungsi sebagai penyedia air untuk mengairi sawah-sawah mereka. Bayangkan saja, sawah itu seperti rumah bagi padi. Kalau tidak ada air, ya padi-padinya bisa mati kelaparan dan petani pun gagal panen.

Ancaman Gagal Panen

Rencana penutupan Dam Colo pada September mendatang membuat para petani sangat khawatir. Pasalnya, banyak tanaman padi yang masih dalam masa pertumbuhan dan sangat membutuhkan air. Jika tidak ada air, tanaman padi akan mengering dan mati. Akibatnya, petani akan mengalami kerugian yang sangat besar.

Para petani tidak tinggal diam. Mereka sudah melakukan berbagai upaya untuk menyuarakan keluhan mereka. Salah satunya adalah dengan meminta audiensi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS). Mereka berharap dengan audiensi ini, pemerintah bisa mempertimbangkan kembali rencana penutupan Dam Colo dan mencari solusi yang terbaik bagi para petani.

Jika ribuan hektare lahan pertanian di Sukoharjo gagal panen, maka akan berdampak pada produksi padi secara keseluruhan. Padahal, padi merupakan makanan pokok bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Jika produksi padi menurun, maka bisa memicu krisis pangan.

Apa yang Bisa Dilakukan?

Pemerintah daerah dan pusat harus segera mencari solusi untuk mengatasi masalah ini. Beberapa hal yang bisa dilakukan antara lain:

  • Menunda Penutupan Dam Colo: Pemerintah bisa mempertimbangkan untuk menunda penutupan Dam Colo agar tanaman padi bisa tumbuh dengan baik dan petani bisa panen.
  • Meningkatkan Irigasi: Pemerintah bisa meningkatkan sistem irigasi di daerah pertanian agar petani tetap bisa mendapatkan pasokan air meskipun Dam Colo ditutup.
  • Bantuan untuk Petani: Pemerintah bisa memberikan bantuan kepada petani yang terdampak gagal panen, misalnya berupa bantuan benih, pupuk, atau modal usaha.
Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 77 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Siltap Minim, Perangkat Desa Banyuwangi Pilih Jadi Kuli Bangunan

21 Januari 2026 - 09:29 WIB

Merti Desa Baledono: Wayang Kulit hingga Digitalisasi Ekonomi Kreatif

21 Januari 2026 - 06:17 WIB

Wajah Baru Desa Pojok: Membangun Manusia Bukan Sekadar Semen

21 Januari 2026 - 04:19 WIB

Siasat Desa Cimenteng Jaya Lawan Pemangkasan Anggaran Lewat Musrenbangdes

21 Januari 2026 - 04:05 WIB

Dana Desa Kotim Dipangkas, Saatnya Desa Berhenti Bergantung Pusat

21 Januari 2026 - 03:38 WIB

Dana Desa Disunat, Desa di Purbalingga Dipaksa Mandiri

21 Januari 2026 - 03:24 WIB

Trending di DESA