Menu ✖

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

KABAR DESA · 22 Agu 2024 18:01 WIB ·

Petani Sukoharjo Ancam Gagal Panen, Desak Penundaan Penutupan Dam Colo


					Petani Sukoharjo Ancam Gagal Panen, Desak Penundaan Penutupan Dam Colo Perbesar

Sukoharjo [DESA MERDEKA] – Pernahkah kamu bayangkan bagaimana rasanya jika makanan pokok seperti nasi tiba-tiba langka? Nah, itulah yang sedang dikhawatirkan oleh ribuan petani di Sukoharjo. Ancaman gagal panen akibat penutupan Dam Colo membuat mereka cemas dan mendesak pemerintah untuk mencari solusi.

Dam Colo adalah bendungan yang sangat penting bagi para petani di Sukoharjo, Sragen, dan Karanganyar. Bendungan ini berfungsi sebagai penyedia air untuk mengairi sawah-sawah mereka. Bayangkan saja, sawah itu seperti rumah bagi padi. Kalau tidak ada air, ya padi-padinya bisa mati kelaparan dan petani pun gagal panen.

Ancaman Gagal Panen

Rencana penutupan Dam Colo pada September mendatang membuat para petani sangat khawatir. Pasalnya, banyak tanaman padi yang masih dalam masa pertumbuhan dan sangat membutuhkan air. Jika tidak ada air, tanaman padi akan mengering dan mati. Akibatnya, petani akan mengalami kerugian yang sangat besar.

Para petani tidak tinggal diam. Mereka sudah melakukan berbagai upaya untuk menyuarakan keluhan mereka. Salah satunya adalah dengan meminta audiensi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS). Mereka berharap dengan audiensi ini, pemerintah bisa mempertimbangkan kembali rencana penutupan Dam Colo dan mencari solusi yang terbaik bagi para petani.

Jika ribuan hektare lahan pertanian di Sukoharjo gagal panen, maka akan berdampak pada produksi padi secara keseluruhan. Padahal, padi merupakan makanan pokok bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Jika produksi padi menurun, maka bisa memicu krisis pangan.

Apa yang Bisa Dilakukan?

Pemerintah daerah dan pusat harus segera mencari solusi untuk mengatasi masalah ini. Beberapa hal yang bisa dilakukan antara lain:

  • Menunda Penutupan Dam Colo: Pemerintah bisa mempertimbangkan untuk menunda penutupan Dam Colo agar tanaman padi bisa tumbuh dengan baik dan petani bisa panen.
  • Meningkatkan Irigasi: Pemerintah bisa meningkatkan sistem irigasi di daerah pertanian agar petani tetap bisa mendapatkan pasokan air meskipun Dam Colo ditutup.
  • Bantuan untuk Petani: Pemerintah bisa memberikan bantuan kepada petani yang terdampak gagal panen, misalnya berupa bantuan benih, pupuk, atau modal usaha.
Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 121 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Menjaga NKRI dari Mushola Desa di Kaki Perbukitan Ponorogo

19 Oktober 2026 - 09:10 WIB

​Sambut Sumpah Pemuda, IPP Bhirawa Yudha Bersama Pemdes Bancar Gelar Jalan Santai

19 Oktober 2026 - 09:06 WIB

El Niño Godzilla Kepung Banyumas, 76 Ribu Jiwa Krisis Air

9 Oktober 2026 - 16:21 WIB

Redam Sengketa, Pemkab Tanbu Pasang Pilar Batas Kusan Hulu Kuranji

8 Oktober 2026 - 17:17 WIB

Sinergi Tiga Pilar Pebayuran Pasca-Pilkades di HUT TNI

5 Oktober 2026 - 16:29 WIB

Wakaf TPU: Jurus Jitu Kades Terpilih Satukan Mekarjaya

5 Oktober 2026 - 16:29 WIB

Trending di KABAR DESA