Menu

Mode Gelap
Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi

LINGKUNGAN · 3 Apr 2025 17:25 WIB ·

Perempuan Desa Berakit Lestarikan Mangrove, Bangkitkan Ekonomi Pesisir


					<em>Seorang nelayan perempuan Kampung Panglong, Desa Berakit, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, bersiap melaut, Kamis (13/3/2025). (ANTARA/Laily Rahmawaty)</em> Perbesar

Seorang nelayan perempuan Kampung Panglong, Desa Berakit, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, bersiap melaut, Kamis (13/3/2025). (ANTARA/Laily Rahmawaty)

Bintan, Kepri [DESA MERDEKA] Perjalanan menuju Desa Berakit, Bintan, Kepulauan Riau, pada Selasa (11/3) siang, mengungkap pesona alam yang tersembunyi. Namun, di balik keindahan itu, tersimpan kekhawatiran masyarakat nelayan akibat kerusakan ekosistem mangrove.

Kerusakan mangrove, yang disebabkan oleh pembangunan dan eksploitasi, berdampak pada hasil tangkapan ikan nelayan. Musim paceklik pun menambah kesulitan hidup mereka. Dahulu, hutan bakau menjadi sumber ekonomi dengan pembuatan arang. Namun, kini, masyarakat beralih melestarikan mangrove.

Perempuan Desa Berakit memainkan peran penting dalam upaya pelestarian ini. Mereka tidak hanya melaut, tetapi juga aktif dalam penyemaian dan penanaman bibit mangrove. Yayasan Care Peduli (Care Indonesia) mendampingi mereka, memberikan edukasi dan pelatihan keterampilan baru.

Perempuan Desa Berakit Lestarikan Mangrove, Bangkitkan Ekonomi Pesisir

Selain itu, perempuan Desa Berakit mengembangkan keterampilan membatik ecoprint dan cap dengan pewarna alami dari batang pohon bakau. Batik mangrove ini memiliki nilai jual tinggi dan berpotensi menjadi daya tarik ekowisata desa.

Upaya pelestarian mangrove ini mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah dan lembaga swadaya masyarakat. Mereka menyadari pentingnya mangrove bagi ekosistem, ekonomi, dan kedaulatan negara.

Masyarakat Desa Berakit, khususnya perempuan, memiliki semangat konservasi yang tinggi. Mereka ingin mengembangkan desa mereka sebagai kawasan ekowisata yang berkelanjutan, dengan tetap menjaga kelestarian alam.

“Kami ingin Desa Berakit, Bintan, menjadi pusat perekonomian wisata. Ekonomi wisata bisa bertumbuh kalau alamnya tetap dijaga. Alam yang penting adalah mangrove,” kata CEO Care Indonesia, Abdul Wahid.

Dengan semangat dan kerja keras, perempuan Desa Berakit membuktikan bahwa pelestarian lingkungan dan pengembangan ekonomi dapat berjalan beriringan.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 71 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Menagih Janji Bupati Saat Desa Sukses Mandiri Sampah

8 Mei 2026 - 04:40 WIB

Jumat Bersih Bantarjaya: Melawan Ego Pembuang Sampah “Sambil Lewat”

17 April 2026 - 10:29 WIB

Benteng Hijau Ketapang: Sinergi Relawan Jaga Pesisir Pangkalpinang

4 April 2026 - 18:57 WIB

Papan Larangan Sampah di Desa Sekip Cuma Pajangan

24 Maret 2026 - 15:16 WIB

CCTV Pangkalpinang: ‘Mata Mata’ Elektronik Pemburu Pembuang Sampah Liar

17 Maret 2026 - 13:39 WIB

Ubah Sampah Jadi Berkah Melalui Aturan Baru Sumbar

15 Maret 2026 - 10:57 WIB

Trending di LINGKUNGAN