Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

SOSBUD · 21 Jan 2026 13:09 WIB ·

Pebayuran Krisis Tanah, PT Dela Selamatkan Nasib Petani Bekasi


					Oplus_131072 Perbesar

Oplus_131072

Bekasi, Jawa Barat [DESA MERDEKA] Kelangkaan material tanah urug nyaris melumpuhkan upaya perbaikan tanggul irigasi BKG 15 yang jebol di Kelurahan Kertasari, Kecamatan Pebayuran. Beruntung, gerak cepat sektor swasta melalui PT Dela Pertamina INF 1 berhasil memecah kebuntuan tersebut. Bantuan suplai tanah yang dikirimkan secara instan menjadi penyelamat bagi ratusan hektare lahan pertanian yang terancam gagal panen.

Tanggul irigasi krusial tersebut dilaporkan jebol pada Minggu (18/01/2026) akibat hantaman debit air yang melonjak ekstrem pasca-hujan deras. Di tengah kondisi darurat, tim di lapangan sempat terkendala teknis karena sulitnya mendapatkan akses tanah untuk menutup celah tanggul. Namun, hanya dalam waktu kurang dari 24 jam setelah permohonan resmi diajukan, bantuan material langsung tiba di lokasi.

Respon Kilat di Tengah Darurat
Ketua Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kecamatan Pebayuran, Ahmad Syarifudin, mengakui bahwa bantuan ini adalah titik balik proses perbaikan. Menurutnya, ketersediaan tanah urug merupakan komponen paling krusial sekaligus yang paling sulit dicari saat bencana melanda wilayah tersebut.

“Belum sampai satu hari sejak Pak Camat bersurat, bantuan langsung dikirim. Ini sangat membantu dan mempercepat proses perbaikan secara signifikan,” ungkap Ahmad saat ditemui di lokasi proyek, Selasa (20/01/2026).

Langkah taktis ini tak hanya mempercepat pengerjaan fisik, tetapi juga menjaga moral masyarakat dan petugas yang sudah bekerja keras sejak hari pertama musibah terjadi.

Sinergi Lintas Sektor untuk Ketahanan Pangan
Perbaikan tanggul BKG 15 ini bukan sekadar urusan infrastruktur, melainkan urusan perut. Irigasi ini adalah jantung utama bagi aktivitas pertanian warga Pebayuran. Jika perbaikan tertunda, ancaman kekeringan di satu sisi dan banjir di sisi lain membayangi para petani.

Camat Pebayuran, Hasyim Adnan Adha, menekankan bahwa bencana ini menjadi pembuktian kekuatan kolaborasi. Di lapangan, terlihat sinergi antara Tim PJT, BBWS, Muspika Pebayuran, aparat kelurahan, hingga warga lokal yang bahu-membahu mengoperasikan alat berat ekskavator.

“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Kolaborasi dengan pihak seperti PT Dela Pertamina INF 1 adalah kunci. Kami optimistis dengan kebersamaan ini, aktivitas pertanian warga bisa kembali normal dalam waktu dekat,” tegas Hasyim.

Meskipun medan di lokasi cukup menantang dan cuaca masih belum stabil, proses pengurukan terus dikebut. Sinergi antara pemerintah dan swasta dalam kasus ini diharapkan menjadi preseden baik dalam penanganan bencana di Kabupaten Bekasi ke depan.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 43 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Khatam Al-Qur’an: Benteng Generasi Muda Nanggalo

1 Juni 2026 - 16:15 WIB

Lawan Dampak Handphone dengan Filosofi Adat Minangkabau

29 Mei 2026 - 19:51 WIB

Menggali Peradaban Kuno di Negeri Seribu Menhir Maek

29 Mei 2026 - 10:32 WIB

Sapi Kurban Presiden Prabowo Dongkrak Gengsi Peternak Merangin

27 Mei 2026 - 13:30 WIB

Desa Terdampak Bencana Jadi Fokus Tebar Qurban Pemprov Sumbar

26 Mei 2026 - 20:22 WIB

Sinergi Pemuda Sumbar Jadi Benteng Persatuan Desa

23 Mei 2026 - 10:48 WIB

Trending di SOSBUD