Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

SOSBUD · 11 Sep 2023 10:27 WIB ·

PDM Purbalingga Gerakkan Ranting Desa Wujudkan Zero Waste


					Andi Pranowo (Tengah) berfoto bersama Ketua PDM Purbalingga, beserta para pengurus lembaga dan anggota majelis.(foto : PDM Purbalingga - 9/9/23) Perbesar

Andi Pranowo (Tengah) berfoto bersama Ketua PDM Purbalingga, beserta para pengurus lembaga dan anggota majelis.(foto : PDM Purbalingga - 9/9/23)

Purbalingga, Jawa Tengah [DESA MERDEKA] Sampah di bantaran sungai dan jalanan desa kini bukan lagi sekadar pemandangan usang yang diabaikan. Jaringan kultur keagamaan di tingkat akar rumput mulai bergerak mengambil alih tanggung jawab moral ini. Pengurus Daerah Muhammadiyah (PDM) Purbalingga secara resmi menghentak kesadaran publik dengan menargetkan status zero waste Purbalingga yang dimulai langsung dari struktur ranting perdesaan.

Langkah taktis ini ditandai dengan penunjukan Andi Pranowo sebagai Ketua Majelis Lingkungan Hidup PDM Purbalingga oleh Wakil Ketua PDM, Muakhor Abu Salam. Menariknya, pendekatan yang diambil keluar dari pakem birokrasi kaku; gerakan ini memosisikan isu lingkungan hidup sebagai bagian dari teologi kebencanaan yang mendesak.

Innalillahi wa Inna Ilaihirooji’un atas amanah yang diberikan. Dengan semangat kebersamaan, kami bersama seluruh anggota majelis dan relawan Insya Allah akan mewujudkan misi kami: zero waste Purbalingga,” ujar Andi Pranowo usai pelantikan di ruang rapat gedung PDM Purbalingga.

Andi tidak bekerja sendiri dalam merombak pola pikir ekologis ini. Ia didampingi oleh Mustoffa Nur Alfatin sebagai sekretaris, serta dibantu oleh tiga anggota majelis, yakni Komari, Abdilah Saladin, dan Sugriono.

Sudut pandang out of the box dari gerakan ini terletak pada pemanfaatan struktur organisasi keagamaan sebagai motor penggerak kebersihan. Alih-alih mengandalkan dinas kebersihan kota, mereka menggerakkan warga cabang ranting serta seluruh amal usaha Muhammadiyah di tingkat desa untuk memilah sampah sehari-hari secara mandiri.

Strategi utama Majelis Lingkungan Hidup ini berfokus pada pembentukan tim relawan tangguh. Tim ini bertugas membersihkan titik-titik krusial penumpukan limbah seperti area jalan, sungai, dan bantaran sungai yang selama ini luput dari pengelolaan sistematis akibat rendahnya kesadaran lokal.

Melalui kolaborasi lintas sektor ini, PDM Purbalingga ingin menegaskan bahwa urusan lingkungan bukan lagi beban satu divisi saja. Ini adalah gerakan kebudayaan kolektif untuk menyelamatkan ruang hidup perdesaan dari kepungan sampah.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 208 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

UMKM Lokal Hidupkan Festival Kuliner 100 Tahun Jam Gadang

21 Juni 2026 - 22:20 WIB

Ritual Sedekah Gunung, Kekuatan Budaya Warga Desa Lencoh

18 Juni 2026 - 04:22 WIB

Muharam di Desa: Momentum Revolusi Mental dan Etos Kerja

17 Juni 2026 - 15:31 WIB

Mandeh Siti Manggopoh, Inspirasi Pembangunan Desa Agam Modern

16 Juni 2026 - 13:46 WIB

Prasasti Kuno Buktikan Akar Sejarah Literasi Desa Nusantara

14 Juni 2026 - 08:22 WIB

Batik Singosari: Dari Sebatang Lilin Menuju Pengakuan Nasional

14 Juni 2026 - 05:43 WIB

Trending di SOSBUD