Kotabaru, Kalimantan Selatan [DESA MERDEKA] – Gemerlap cahaya obor dan lantunan selawat meriahkan malam pergantian Tahun Baru Islam 1 Muharram 1447 Hijriah di Desa Mekarpura, Kecamatan Pulau Laut Tengah, Kotabaru. Kamis (26/6) malam, pawai obor tradisional ini sukses membanjiri jalanan desa dengan ribuan peserta dan penonton, menciptakan suasana yang tak terlupakan.
Berbeda drastis dari tahun sebelumnya yang hanya diikuti ratusan peserta, pawai obor 1 Muharram kali ini mencatat lonjakan partisipasi signifikan. Sekitar 1.000 orang, baik peserta maupun penonton, memadati rute pawai yang dimulai dari RT 2, melewati jalur dekat lapangan bola di RT 3, menembus jalan raya di RT 5, lalu berputar kembali dan berakhir di Masjid Al Musamahah, RT 3.
Pemandangan ribuan masyarakat yang kompak melantunkan selawat melalui pengeras suara sambil memegang obor di tangan sungguh memukau. Barisan pawai dipimpin langsung oleh Habib Muhammad Nor Adha, menambah khidmatnya acara. Peserta pawai mencakup berbagai lapisan masyarakat, mulai dari orang tua, ibu-ibu, pemuda, hingga anak-anak, menunjukkan antusiasme yang luar biasa. Para peserta pria dominan mengenakan baju putih, sarung, dan peci, sementara kaum perempuan tampil anggun dengan gamis panjang.
Keunikan pawai obor Mekarpura tahun ini semakin terasa dengan adanya lomba kreativitas antar-RT. Peserta berlomba menampilkan kreasi busana muslim yang beragam, bahkan ada yang tampil dengan kostum unik seperti hantu tuyul, kuntilanak, dan pocong. Tak ketinggalan, beberapa kelompok turut mengibarkan bendera Palestina sambil membawa senjata mainan, menunjukkan keberagaman ekspresi dalam perayaan syiar Islam ini.
Khairul Sani, salah seorang penonton dari pusat kota, mengungkapkan kekagumannya. “Jujur, saya kira acara di desa hanya sekadarnya, tapi ini di luar dugaan, sangat ramai sekali. Semuanya antusias dan senang,” pujinya.
Antusiasme serupa juga disampaikan oleh Camat Pulau Laut Tengah, Muhammad Muhdi Akbar. Ia tak menyangka acara bertema “Gebyar Menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1447 H” yang diinisiasi oleh Pemerintah Desa Mekarpura ini bisa semeriah itu. “Kami tentunya bangga, dan ini bisa menjadi contoh perayaan tahun baru Islam yang sangat ramai masyarakatnya bersatu,” ujar Camat Muhdi, seraya berharap acara ini dapat terus terlaksana.
Senada dengan Camat, Kepala Desa Mekarpura, Kambran, merasa terharu melihat semangat warganya. “Saya sangat terharu melihat masyarakat mempersiapkan semuanya sebagus ini demi menjalankan dan memeriahkan tradisi Islam,” ungkap Kambran. Ia menambahkan, meskipun acara ini dilombakan, esensi utamanya—yaitu mencari keberkahan dan merayakan tahun baru umat Islam—tidak sedikit pun berkurang. Kambran berkomitmen untuk menjadikan pawai obor ini sebagai agenda tahunan selama masa jabatannya.
“Insyaallah tahun depan kita koordinasi lagi dengan Camat kita untuk kita adakan se-Kecamatan Pulau Laut Tengah agar lebih meriah lagi,” pungkas Kambran, penuh harap. Perayaan ini tidak hanya menjadi simbol pergantian tahun, tetapi juga ajang mempererat tali silaturahmi dan menunjukkan semangat kebersamaan masyarakat Mekarpura dalam melestarikan tradisi keagamaan.
Redaksi Desa Merdeka


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.