Menu

Mode Gelap
Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi

SOSBUD · 13 Apr 2026 13:35 WIB ·

Silat Sumbar: Dari Nagari Menuju Panggung Olimpiade Dunia


					Silat Sumbar: Dari Nagari Menuju Panggung Olimpiade Dunia Perbesar

Padang, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] Estafet kepemimpinan pengurus pusat pencak silat kini resmi beralih. Dalam Munas XVI IPSI, Sugiono resmi menakhodai PB IPSI periode 2026–2030 menggantikan Prabowo Subianto. Momentum ini disambut sigap oleh Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy, yang menegaskan bahwa arah baru ini harus segera membumi hingga ke tingkat daerah dan nagari.

Vasko, yang juga menjabat Ketua IPSI Sumbar, menilai pergantian kepemimpinan ini bukan sekadar urusan organisasi. Ini adalah babak baru untuk membawa pencak silat Indonesia menembus target global: Olimpiade. Baginya, Sumatera Barat dengan akar budaya silat yang kuat memiliki tanggung jawab besar untuk mengonversi tradisi menjadi prestasi dunia.

Tiga Pilar: Prestasi, Budaya, dan Ekonomi
Vasko menekankan bahwa pengembangan silat ke depan tidak boleh hanya berfokus pada medali. Ia mengusung strategi tiga pilar utama: prestasi olahraga, pelestarian budaya, dan penguatan ekonomi. Di Sumatera Barat, silat diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi baru melalui sektor sport tourism dan ekonomi kreatif.

“Kita tidak hanya bicara medali, tapi juga bagaimana pencak silat menjadi kekuatan budaya sekaligus penggerak ekonomi,” ujar Vasko di Padang (13/4/2026). Strategi ini sangat relevan untuk desa-desa di Sumbar yang memiliki perguruan silat tradisional, agar mampu mengemas potensi budaya mereka menjadi daya tarik wisata yang bernilai tambah.

Kolaborasi Ekosistem dari Akar Rumput
Kesiapan Sumbar menjadi bagian dari gerakan nasional ini diwujudkan melalui penguatan pembinaan atlet sejak dini dan peningkatan kualitas pelatih. Vasko mengajak pemerintah daerah, perguruan silat, dan pemangku kepentingan untuk bersinergi. Tanpa kolaborasi, target membawa silat ke panggung dunia akan sulit tercapai.

Dengan kepemimpinan baru di pusat dan kekuatan tradisi di daerah, Sumatera Barat optimistis mampu melahirkan juara dunia. Fokus kini beralih pada langkah nyata: memastikan setiap kompetisi berjenjang dapat menjaring potensi terbaik dari pelosok nagari, menjadikan pencak silat bukan hanya kebanggaan identitas, tapi juga penopang pembangunan daerah yang berkelanjutan.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 13 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Tradisi Merangkat: Pemuda Desa Puyung Jaga Jantung Adat

18 Mei 2026 - 19:16 WIB

Bersih Desa Karanglo Lor Ponorogo Pacu Gotong Royong

18 Mei 2026 - 17:11 WIB

Paguyuban Banteng Suro Adakan Audiensi Dengan Polres Pringsewu

18 Mei 2026 - 13:43 WIB

Krisis Moral Mengancam Nagari, Pemimpin Adat Harus Bergerak

18 Mei 2026 - 13:23 WIB

DPRD Sumbar Siapkan Regulasi Perkuat Peran Bundo Kanduang

18 Mei 2026 - 13:05 WIB

Sajian Mirip Keranda di Ruwat Desa Pagerngumbuk Sidoarjo

17 Mei 2026 - 20:42 WIB

Trending di SOSBUD