Cilacap, Jawa Tengah [DESA MERDEKA] – Warga Desa Pesanggrahan, Kecamatan Kroya, kembali membuktikan bahwa ketaatan pada negara bisa dijalankan dengan cara yang sangat menyentuh dan bermartabat. Melalui tradisi Bobok Bumbung, ribuan warga berhasil melunasi Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) tahun 2026 senilai lebih dari Rp255 juta hanya dalam waktu sekejap.
Sabtu (18/4/2026) menjadi momen haru bagi masyarakat setempat. Memasuki usia satu dasawarsa sejak dibangkitkan kembali pada 2015, tradisi menabung rupiah demi rupiah di dalam ruas bambu (bumbung) ini bukan sekadar urusan administratif, melainkan simbol harga diri sebuah desa yang enggan berutang pada negara.

Rupiah dalam Bambu dan Kirab 12 Jolen
Antusiasme warga memuncak saat 12 Jolen (tandu) dari tiap RT dikirab menuju Desa Wisata Kampung Prapen. Di dalamnya, tersimpan ribuan bambu berisi tabungan warga selama setahun. Prosesi ini disempurnakan dengan pementasan sendratari kolosal “Nyi Endang Laras” yang menggambarkan perjuangan masyarakat mengumpulkan uang pajak.
Secara simbolis, bumbung tersebut diserahkan kepada Plt Bupati Cilacap, Ammy Amalia Fatma Surya, untuk dibongkar atau “dibobok”. Hasilnya luar biasa; Desa Pesanggrahan resmi menyandang gelar juara kedua tercepat di Kabupaten Cilacap dalam pelunasan PBB tahun 2026.

Warisan Tak Berwujud Sang Kepala Desa
Kepala Desa Pesanggrahan, Sarjo, tak mampu menyembunyikan rasa bangganya di penghujung 20 tahun masa baktinya. Ia menegaskan bahwa ketaatan pajak ini murni lahir dari semangat gotong royong, bukan paksaan birokrasi.
“Sejujurnya saya merasa trenyuh (terharu). Saya minta kepada anak cucu, siapapun pemimpinnya nanti, tradisi nguri-uri ini harus tetap ada,” ungkap Sarjo. Baginya, melihat 4.194 jiwa penduduknya kompak bersatu adalah warisan kepemimpinan yang paling berharga.

Budaya yang Menggerakkan Ekonomi
Plt Bupati Cilacap, Ammy Amalia, memuji Pesanggrahan sebagai desa yang memiliki martabat tinggi. Tertibnya warga membayar pajak melalui festival budaya ini menciptakan tanggung jawab besar bagi pemerintah untuk mengembalikan dana tersebut dalam bentuk pengaspalan jalan, fasilitas kesehatan, dan pendidikan.
Kemeriahan Dasawarsa Bobok Bumbung 2026 ini digelar selama tiga hari penuh, melibatkan lomba mewarnai, Pentas Cowong, hingga tari kolosal Jalungmas yang dibawakan oleh 80 penari. Tradisi unik ini membuktikan bahwa saat budaya dipadukan dengan kewajiban warga negara, sebuah desa bisa tumbuh menjadi kekuatan ekonomi yang luar biasa.
Redaksi Desa Merdeka


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.