Simalungun, Sumatera Utara [DESA MERDEKA] – Sebuah kabar mengejutkan datang dari Nagori (Desa) Sahkuda Bayu, Kecamatan Gunung Malela, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara. Pangulu atau Kepala Desa setempat, Suwito, secara resmi mengajukan surat pengunduran diri dari jabatannya. Keputusan ini memicu banyak perbincangan, mengingat Suwito baru menjabat sejak 7 Juni 2023 dan seharusnya bertugas hingga tahun 2031.
Menurut informasi yang diterima [Nama Media Online], alasan utama di balik pengunduran diri Suwito adalah kondisi kesehatan yang terus memburuk. Suwito mengakui, tekanan pekerjaan sebagai pangulu menjadi salah satu faktor yang memperparah kondisinya. Beban pikiran yang berat karena harus mengurus berbagai persoalan di desa disebutnya sebagai pemicu utama. “Masalah di nagori selalu ada, dan itu mempengaruhi kesehatanku,” ungkap Suwito.
Surat pengunduran diri Suwito telah diterima oleh Maujana Nagori (Badan Permusyawaratan Desa/BPD) pada 4 Agustus 2025. Sehari setelahnya, pada 5 Agustus 2025, Maujana Nagori langsung menggelar rapat pleno untuk menindaklanjuti permohonan tersebut. Langkah cepat ini diambil demi menjaga stabilitas pemerintahan desa.
Camat Gunung Malela, Roi G. Sidabalok, juga memberikan konfirmasinya terkait hal ini. Meskipun telah menerima pemberitahuan lisan, ia menyatakan bahwa kantornya belum menerima surat resmi dari Maujana Nagori. Camat Roi menjelaskan, sesuai dengan prosedur yang berlaku, ada tenggat waktu tujuh hari bagi Maujana Nagori untuk menyelesaikan proses internal pengambilan keputusan sebelum dilaporkan ke Bupati Simalungun.
Kantor Maujana Nagori menjadi pusat koordinasi utama dalam proses ini, yang berlokasi di Nagori Sahkuda Bayu. Rencananya, hasil rapat pleno akan diserahkan kepada Bupati Simalungun melalui Camat Gunung Malela pada Jumat, 8 Agustus 2025.
Pengunduran diri Suwito tentu menjadi sorotan serius bagi warga dan pemerintah setempat. Jabatan pangulu memiliki peran vital dalam pembangunan dan pelayanan publik. Transisi kepemimpinan ini akan sangat menentukan arah pembangunan Nagori Sahkuda Bayu di masa depan. Masyarakat kini menantikan pemimpin baru yang mampu melanjutkan program yang sudah ada dan menjawab kebutuhan warga secara menyeluruh.


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.