Lumajang [DESA MERDEKA] – Kabar gembira datang dari Desa Kebonsari, Kecamatan Sumbersuko, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, di mana para petani tengah menikmati panen raya padi tahun ini. Keberhasilan panen kali ini tidak lepas dari sinergi yang kuat antara petani dan berbagai pihak, termasuk dukungan aktif dari Tentara Nasional Indonesia (TNI) melalui Bintara Pembina Desa (Babinsa).
Ketua Kelompok Tani (Poktan) Kepuh Makmur II Desa Kebonsari, Sholihin, menyampaikan apresiasinya terhadap pendampingan yang diberikan oleh Babinsa. Menurutnya, kehadiran Babinsa tidak hanya memberikan motivasi kepada para petani, tetapi juga memperkuat kolaborasi antar elemen dalam pembangunan sektor pertanian di desa. Sinergi ini dinilai membantu seluruh aspek, termasuk peningkatan produktivitas pertanian.
“Kami merasa lebih bersemangat dengan adanya perhatian dari Babinsa. Pendampingan ini memberikan pemahaman yang lebih baik mengenai pengelolaan hasil panen secara bijak, terutama untuk pemenuhan kebutuhan konsumsi keluarga,” ujar Sholihin pada Kamis (10/4/2025).
Sementara itu, Babinsa Kebonsari dari Koramil 0821-19/Sumbersuko, Kopda Hendra Setiawan, turut aktif melaksanakan pendampingan percepatan serapan gabah hasil panen padi di lahan milik Munir, seorang anggota Poktan Kepuh Makmur II di Dusun Sarirejo 1, Desa Kebonsari, Kecamatan Sumbersuko, Kabupaten Lumajang. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis (10/4).
Pendampingan yang dilakukan oleh Kopda Hendra merupakan wujud peran aktif TNI dalam mendukung program serapan gabah yang bertujuan untuk menjamin ketersediaan pangan di tingkat petani, khususnya untuk konsumsi mandiri.
Dalam keterangannya, Kopda Hendra menjelaskan bahwa kehadirannya di tengah-tengah petani bertujuan untuk memberikan semangat serta memastikan proses serapan gabah berjalan dengan lancar. Ia juga menekankan pentingnya pemanfaatan hasil panen untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga, sehingga petani tidak selalu bergantung pada pasokan dari luar daerah.
“Serapan gabah kali ini kami fokuskan untuk kebutuhan konsumsi mandiri. Para petani kami dorong untuk menyisihkan sebagian hasil panennya guna mencukupi kebutuhan pangan keluarga, selain untuk dijual. Langkah ini penting sebagai antisipasi terhadap potensi fluktuasi harga dan ketersediaan pangan di masa mendatang,” jelas Kopda Hendra.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya bersama antara petani, TNI, dan pemerintah desa dalam menjaga ketahanan pangan di tingkat lokal, sekaligus meningkatkan kesadaran petani akan pentingnya kemandirian pangan. Sinergi yang terjalin diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi kesejahteraan petani dan ketahanan pangan wilayah Lumajang.
Redaksi Desa Merdeka

















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.