Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

SOSBUD · 2 Sep 2025 03:45 WIB ·

Pagelaran Wayang Kulit Meriahkan HUT RI di Kedungboto


					Pagelaran Wayang Kulit Meriahkan HUT RI di Kedungboto Perbesar

Kendal, Jawa Tengah [DESA MERDEKA] Semangat kemerdekaan dan kearifan lokal berpadu dalam sebuah perayaan yang meriah di Dusun Watulawang, Kedungboto. Warga desa baru saja menggelar pagelaran wayang kulit sebagai puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia sekaligus acara tahunan merti dusun. Euforia perayaan ini bukan hanya sekadar hiburan, melainkan wujud komitmen kuat untuk melestarikan tradisi dan mempererat persatuan.

Pagelaran wayang kulit ini dipentaskan di halaman rumah warga, menghadirkan dalang yang membawakan lakon berjudul “Wahyu Kantetreman,” sebuah cerita yang syarat akan makna dan nilai-nilai luhur. Tak hanya menjadi tontonan, acara ini berhasil menyatukan masyarakat dalam suasana hangat. Semua yang hadir—mulai dari anak-anak hingga orang tua—menikmati setiap adegan dan dialog yang dibawakan oleh sang dalang, mempererat tali silaturahmi yang mungkin jarang terjalin di keseharian.

Kepala Desa Kedungboto, Ibu Ina Kristiyani, turut hadir bersama para perangkat desa. Kehadiran mereka menunjukkan dukungan penuh pemerintah desa terhadap kegiatan budaya. Dalam sambutannya, Ibu Ina menekankan pentingnya menjaga kebersamaan dan persatuan sebagai kunci untuk membangun desa yang lebih maju dan sejahtera. Menurutnya, pagelaran ini menjadi contoh nyata bagaimana warga desa mampu bekerja sama dan berpartisipasi dalam melestarikan budaya.

Antusiasme warga dalam acara ini sungguh luar biasa. Pagelaran wayang kulit berhasil menjadi wadah bagi warga untuk menyadari betapa berharganya budaya dan tradisi yang mereka miliki. Melalui acara ini, mereka tidak hanya memperingati HUT RI dengan cara yang kreatif dan berbeda, tetapi juga mengukuhkan kembali rasa kebersamaan sebagai satu keluarga besar di Dusun Watulawang. Pagelaran wayang kulit ini membuktikan bahwa budaya dan tradisi bukanlah hal kuno, melainkan kekuatan yang mampu menyatukan dan mendorong kemajuan bersama.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 62 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Pompa Air LPPM UNEJ Akhiri Krisis Perempuan Tado NTT

8 September 2026 - 08:53 WIB

Perempuan Desa Tado

Duka Pantai Selatan: Lelah Pamong Desa Menjaga Asa

5 September 2026 - 20:29 WIB

Lautan Cahaya Lilin Sambut Bunda Maria di Malaka

2 September 2026 - 22:47 WIB

Bukan Sekadar Sertifikat: Denyut Budaya Sumbar Ada di Tangan Masyarakat

29 Agustus 2026 - 16:46 WIB

Jangan Tangkap Ikan Kecil, Bongkar Bandar Togel Papua!

29 Agustus 2026 - 10:31 WIB

Saat Legenda Prambanan Pindah ke Jalanan Subah Batang

22 Agustus 2026 - 20:36 WIB

Trending di SOSBUD