Menu ✖

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

LINGKUNGAN · 23 Jan 2026 19:25 WIB ·

Padang Krisis Air: Luka Hulu Sungai yang Mengeringkan Sumur


					Padang Krisis Air: Luka Hulu Sungai yang Mengeringkan Sumur Perbesar

Padang, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] – Kota Padang kini menghadapi “paradoks air”. Meski dikenal memiliki aliran sungai yang melimpah, empat kecamatan di Ibu Kota Sumatera Barat ini justru tercekik kekeringan hebat. Fenomena ini bukan murni faktor alam, melainkan dampak domino kerusakan ekosistem hulu sungai pascabencana banjir bandang November 2025 lalu.

Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, bergerak cepat memimpin rapat koordinasi lintas instansi di Istana Gubernuran, Kamis malam (22/1/2026). Ia menegaskan bahwa normalisasi distribusi air bersih harus tuntas sebelum Ramadan agar tidak memicu konflik sosial di tengah masyarakat.

Anatomi Krisis: Mengapa Air Hilang?
Krisis air bersih ini melanda empat wilayah krusial: Kuranji, Pauh, Nanggalo, dan Koto Tangah. Laporan Pj Sekda Kota Padang, Raju Minropa, menyingkap fakta mengejutkan bahwa banjir bandang tahun lalu telah mengubah morfologi sungai.

Pergeseran arah aliran sungai ini menyebabkan jaringan irigasi terputus secara permanen di beberapa titik. Efeknya fatal; pasokan air ke pemukiman terhenti dan muka air tanah menurun drastis, menyebabkan ribuan sumur warga mengering. Masyarakat kini terjebak dalam situasi di mana air di sungai berubah arah, sementara sumur di rumah tak lagi berisi.

Target “Zero Drought” Sebelum Ramadan
Menanggapi prediksi BMKG bahwa cuaca panas akan bertahan hingga awal Februari 2026, Gubernur Mahyeldi menginstruksikan intervensi total. Ia tidak ingin melihat warga berebut air bersih yang bisa memicu persoalan sosial baru.

“Kondisi ini tidak bisa dibiarkan. Kita harus memetakan detail titik masalahnya agar bantuan tepat sasaran. Pemprov Sumbar siap melakukan back up penuh terhadap kebutuhan Pemkot Padang,” tegas Mahyeldi.

Tiga Langkah Penyelamatan Air
Pemerintah Kota Padang bersama Pemprov Sumbar telah merumuskan strategi tiga pilar untuk jangka pendek dan menengah:

  • Mobilisasi Tangki: Penyaluran air bersih langsung ke rumah tangga terdampak sebagai solusi darurat.
  • Infrastruktur Mandiri: Pembangunan sumur bor dangkal di titik-titik krisis dalam waktu dekat.
  • Konektivitas PDAM: Pembangunan hidran umum yang terhubung langsung ke jaringan pipa utama PDAM.

Rapat ini juga dihadiri oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V dan Direktur PDAM untuk memastikan perbaikan teknis di hulu sungai dapat berjalan beriringan dengan penyediaan air di hilir.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 41 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Desa Raksasa di Kaki Bukit: Anomali Ruang Kamanasa!

4 November 2026 - 21:03 WIB

TPA Solok Sekarat, Gerakan Nagari Jadi Penyelamat Krisis Sampah

27 Oktober 2026 - 10:37 WIB

Dapur Ngepul dari Sortir Limbah Pebayuran Bekasi

23 Oktober 2026 - 14:26 WIB

Bayar PBB Pakai Sampah, Desa Sudu Gayam Sebar Satgas

8 Oktober 2026 - 18:24 WIB

Menagih Janji Dam di Rumah Warga Sungai Duo

6 Agustus 2026 - 15:27 WIB

Nestapa Karangsegar: Siklus Abadi Banjir dan Krisis Air

30 Juli 2026 - 15:16 WIB

Trending di LINGKUNGAN