Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

PEMDA · 7 Mar 2026 09:17 WIB ·

Padang Jadi Poros Utama Wisata Terintegrasi Sumatera Barat


					Padang Jadi Poros Utama Wisata Terintegrasi Sumatera Barat Perbesar

Padang, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] Ibu Kota Sumatera Barat kini tidak lagi hanya sekadar titik singgah. Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, mendorong Kota Padang untuk bertransformasi menjadi “jantung” yang memompa aliran wisatawan ke seluruh pelosok daerah. Strategi aliansi wisata ini dirancang agar setiap pelancong yang mendarat di Padang dapat terhubung langsung dengan destinasi unggulan seperti Bukittinggi, Solok, hingga eksotisme Kawasan Mandeh.

“Konsepnya adalah integrasi. Wisatawan masuk melalui Padang, menjelajahi kekayaan alam di daerah penyangga, lalu kembali beristirahat di Padang,” ujar Mahyeldi dalam rapat koordinasi di Palanta Rumah Dinas Wali Kota Padang, Jumat (6/3/2026). Langkah ini diyakini akan menciptakan efek domino ekonomi yang merata, tidak hanya menumpuk di pusat kota.

Ambisi Melampaui Malioboro dan Braga
Menjawab tantangan tersebut, Pemerintah Kota Padang menyiapkan amunisi besar. Dana segar senilai Rp70 miliar telah dialokasikan pada tahun 2026 untuk merevitalisasi tiga titik krusial: Pantai Padang, Pasar Raya, dan Kawasan Kota Tua.

Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, menegaskan bahwa pembenahan ini bukan sekadar mengekor kesuksesan kota lain. “Kami tidak ingin Padang hanya dikenal seperti Malioboro di Jogja atau Braga di Bandung. Padang punya karakter sendiri dan kami optimistis bisa memberikan pengalaman yang lebih dari itu,” tegasnya. Penertiban parkir dan pengelolaan kebersihan menjadi fokus jangka pendek untuk menjamin kenyamanan pengunjung.

UMKM Lokal Merambah Pasar Global
Selain pariwisata fisik, kolaborasi antar daerah juga menyasar sektor ekonomi kreatif. Gubernur Mahyeldi mencontohkan keberhasilan UMKM Payakumbuh yang mampu menembus pasar Amerika Serikat melalui jaringan di Bali. Pola kerja sama serupa kini disiapkan untuk UMKM Kota Padang melalui penguatan koperasi.

Dengan mengintegrasikan sektor pariwisata dan kekuatan UMKM, Padang diharapkan mampu berdiri tegak sebagai gerbang ekonomi yang kokoh bagi Sumatera Barat. Penataan infrastruktur yang dipadukan dengan manajemen paket wisata antar daerah akan menjadi kunci utama dalam memenangkan persaingan pariwisata nasional di tahun-tahun mendatang.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 19 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Sekretariat DPRD Sumbar Gelar Apel Pagi Rutin, Tingkatkan Koordinasi dan Pelayanan Publik

13 Juli 2026 - 21:52 WIB

Febrianti Apresiasi Langkah Muhidi Tanamkan Budaya Kewaspadaan Dini

12 Juli 2026 - 22:32 WIB

Jalan Kritis Kelok 44 Agam Ancam Ekonomi dan Wisata

11 Juli 2026 - 21:45 WIB

Sumbar Kunci 166 Ribu Hektare Sawah dari Pengembang

9 Juli 2026 - 14:50 WIB

Asap Dapur Mengebul, Buruh Tembakau Jombang Terima BLT

2 Juli 2026 - 14:58 WIB

Karang Taruna Sumbar Jadi Agen Perisai Nasional

27 Juni 2026 - 22:10 WIB

Trending di PEMDA