Menu

Mode Gelap
Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi

RAGAM · 21 Apr 2025 09:02 WIB ·

Oops! Saluran Air Dibangun Salah Lokasi, Kok Bisa?


					<em>Papan proyek pembangunan saluran air di Desa Kertajaya yang tertera lokasinya berbeda dengan lokasi pembangunan sebenarnya di lapangan.</em> Perbesar

Papan proyek pembangunan saluran air di Desa Kertajaya yang tertera lokasinya berbeda dengan lokasi pembangunan sebenarnya di lapangan.

Bekasi [DESA MERDEKA] – Ada-ada saja! Warga di sekitar Kampung Teko Tengah RT 05 Desa Kertajaya, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi, dibuat bertanya-tanya sekaligus sedikit bingung. Pasalnya, proyek pembangunan saluran air yang seharusnya dikerjakan di kampung mereka, justru terlihat sedang dikerjakan di Kampung Telukhaur RT 06, desa yang sama. Kok bisa salah alamat begini ya?

Menurut Hasanuddin Bosso, Kepala Urusan (KAUR) Perencanaan Pembangunan Desa Kertajaya, kejadian unik ini bermula dari perbedaan antara alamat yang tertera di papan proyek dengan lokasi pengerjaan sebenarnya. “Di plank nama proyek itu jelas tertulis alamatnya di Kampung Teko Tengah RT 05. Tapi kenyataannya, pembangunannya malah dilakukan di Kampung Telukhaur RT 06,” ungkap Hasanuddin pada Minggu (20/4/2025).

Lebih lanjut, Hasanuddin menjelaskan bahwa pihak desa, melalui pengajuan awal di Daftar Prioritas Anggaran (DPA) desa, sudah mengajukan pembangunan sesuai dengan alamat yang benar, yaitu di Kampung Teko Tengah. Ia menyayangkan kurangnya koordinasi dari pihak konsultan dan tim dari dinas terkait yang tidak melakukan konfirmasi ulang ke pihak desa (Kaur Perencanaan Pembangunan) saat melakukan pengukuran lokasi.

Kejanggalan ini juga dibenarkan oleh Agus Sahroni, Ketua PAC KPK Tipikor Pebayuran. Menurutnya, kesalahan teknis ini kemungkinan besar disebabkan oleh minimnya komunikasi antara pihak konsultan atau dinas terkait dengan pihak desa, khususnya Kaur Perencanaan Pembangunan. “Ya, memang benar ini akibat kurangnya komunikasi antara konsultan atau pihak dinas dengan pihak desa, khususnya Kaur Perencanaan Pembangunan, sehingga terjadi kesalahan teknis pengerjaan seperti ini,” ujarnya.

Menyikapi kejadian lucu sekaligus membingungkan ini, Agus Sahroni mendesak pihak-pihak yang berwenang untuk segera mengadakan musyawarah guna mencari solusi terbaik. Tujuannya adalah agar pekerjaan pembangunan saluran air yang sudah dianggarkan dan bahkan sudah mulai dikerjakan ini dapat tetap berlanjut dan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar, sesuai dengan kebutuhan yang sebenarnya.

“Saya berharap kepada pihak-pihak yang berwenang di bidang pembangunan ini segera melakukan musyawarah agar pekerjaan ini tetap berlanjut sesuai keinginan masyarakat yang memang menjadi kebutuhan. Karena kegiatan ini sudah dianggarkan oleh dinas dan harus dirasakan asas manfaatnya oleh masyarakat sekitar,” pungkasnya, berharap agar “kesalahan alamat” ini tidak menghambat manfaat yang seharusnya dirasakan warga. Wah, semoga cepat ketemu solusinya ya! (Ahmad Syarifudin, C.BJ.,C.EJ)

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 58 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Asa dari Kalaotoa: Saat Bupati Peluk Keluhan Warga

22 April 2026 - 10:54 WIB

Asa Petani Selayar: Jagung Bersemi, Kelapa Menanti Data

21 April 2026 - 18:24 WIB

Bukan Beban Anggaran, Pers Adalah Perisai Antikorupsi Desa

21 April 2026 - 12:33 WIB

Hentakan Kuntau Bonerate: Memuliakan Pemimpin dengan Ketulusan Adat

20 April 2026 - 22:34 WIB

Luka di Bacan Barat: Saat Dana Kesehatan Desa Dikorupsi

20 April 2026 - 22:18 WIB

Bukan Sekadar Plakat: Vasko Ruseimy dan Solidaritas Kebencanaan Sumbar

17 April 2026 - 14:54 WIB

Trending di RAGAM