Adakan Lailatul Ijtima’, Bahas Solusi Masalah Keumatan
Pesawaran, Lampung [DESA MERDEKA] – Pada Kamis (9/11/2023), Ranting Nahdlatul Ulama (NU) Desa Negara Saka, Kecamatan Negeri Katon, Kabupaten Pesawaran, Lampung, menggelar kegiatan rutin Lailatul Ijtima’ di Masjid Al-Ikhlas, Dusun Sinar Baru. Kegiatan ini berfokus pada pembahasan dan pencarian solusi atas berbagai masalah ubudiyah (peribadatan) dan keumatan yang dihadapi masyarakat, menjadikannya ajang penting untuk konsolidasi keilmuan dan organisasi.
Menurut Ketua Ranting NU Negara Saka, Ustaz Muhyidin, kegiatan ini merupakan rutinitas yang diselenggarakan setiap malam Jumat Kliwon. Lokasinya berpindah-pindah, bergiliran di masjid dan musala se-Desa Negara Saka. Lailatul Ijtima’ diikuti oleh seluruh warga Nahdliyyin dan jamaah Yasin yang berada di desa tersebut.

Membumikan Tradisi Positif dan Mempererat Silaturahmi
Ustaz Muhyidin menjelaskan, selain menjadi sarana silaturahmi untuk membumikan tradisi positif Jam’iyah Ahlussunnah Wal Jama’ah, kegiatan ini juga berfungsi sebagai ajang tholabul ilmi (menuntut ilmu) melalui sesi Bahtsul Masail (pembahasan masalah keagamaan).
Lebih dari sekadar kajian keilmuan, Lailatul Ijtima’ dimanfaatkan sebagai forum koordinasi dan konsolidasi yang efektif bagi pengurus dan anggota NU Ranting Negara Saka. Melalui forum ini, mereka merancang pelaksanaan program-program organisasi sekaligus mencari solusi konkret terhadap permasalahan ubudiyah dan keumatan yang muncul di tengah masyarakat.

Diawali Doa untuk Palestina dan Pengajian Kitab Kuning
Rangkaian kegiatan Lailatul Ijtima’ diawali dengan penghayatan spiritual dan kepedulian global. Para jamaah melaksanakan salat gaib untuk mendoakan para syuhada Palestina yang diimami oleh Kiai Sarmin. Setelah itu, dilanjutkan dengan salat hajat dan mujahadah Nihadul Mustaghfirin yang dipimpin oleh Kiai Muhibbun.
Puncak dari sesi keilmuan adalah pembacaan kitab kuning yang dipandu langsung oleh Rois Syuriah Ranting NU Desa Negara Saka, Kiai Salimin. Pembahasan kitab kuning ini menjadi inti dari tradisi tholabul ilmi yang ditekankan NU.
Acara ditutup dengan sesi pembahasan seputar ke-NU-an, yang bertujuan untuk memperkuat pemahaman organisasi dan ideologi Nahdliyyah di kalangan pengurus dan anggota. Kegiatan ini mempertegas peran NU di tingkat ranting sebagai wadah keilmuan dan sosial yang aktif dalam menjawab tantangan zaman dan mengayomi umat. Komitmen ini sejalan dengan upaya NU dalam menjaga tradisi keagamaan yang moderat dan toleran di tingkat akar rumput.


Penulis Bekerja di Kementerian Desa PDTT RI Sebagai Tenaga Pendamping Profesional (TPP) Desa di Kabupaten Pesawaran


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.