Pati, Jawa Tengah [DESA MERDEKA] – Tradisi ngabuburit di Desa Sirahan, Kecamatan Cluwak, Kabupaten Pati, tahun ini mengalami transformasi yang tak biasa. Jika biasanya sore hari di bulan Ramadan identik dengan sekadar berburu takjil atau bermain fisik, puluhan anak di desa ini justru memilih “mengasah lidah” dengan kosa kata asing. Sambil menunggu bedug maghrib, mereka asyik menyelami bahasa Inggris lewat metode bermain yang menyenangkan.
Langkah ini terbilang progresif karena menghadirkan langsung para pengajar profesional dari Kampung Inggris Pare, Kediri. Kehadiran tim pengajar dari episentrum bahasa Inggris Indonesia ini memberikan suasana belajar yang kasual namun efektif di tengah atmosfer religius bulan suci.
Memutus Stigma Bahasa Inggris Itu Sulit
Inisiasi dari Yayasan Pendidikan dan Sosial Pancasila (YAPSI) ini bukan tanpa alasan. Dr. KH. Abu Choir, M.A., penanggung jawab YAPSI, memiliki visi besar untuk menjadikan anak-anak desa sebagai pemain global. Dengan membawa “ruh” Pare ke Desa Sirahan, stigma bahwa bahasa Inggris hanya milik orang kota atau sulit dipelajari mulai terkikis.
“Sangat bahagia bisa memberi edukasi bahasa Inggris sejak dini. Saya yakin anak-anak ini akan mampu bersaing di dunia internasional,” ungkap KH. Abu Choir pada Jumat (14/3/2025).
Aktivitas ini menggabungkan nyanyian dan permainan edukatif. Alih-alih merasa terbebani dengan tata bahasa (grammar) yang rumit, anak-anak justru merasa sedang bermain dengan teman sebaya. Hasilnya, kepercayaan diri mereka meningkat secara signifikan.
Bekal Global dari Bangku Desa
Antusiasme peserta terlihat jelas dari raut wajah Noval Catur Kurniawan. Baginya, Ramadan tahun ini memberinya modal berharga untuk masa depan. “Senang, Mas, banyak teman bermain. Dulu tidak tahu bahasa Inggris, sekarang jadi tahu dan bisa sedikit-sedikit,” katanya polos.
Fenomena di Desa Sirahan ini menjadi bukti bahwa keterbatasan geografis bukan penghalang bagi kemajuan literasi internasional. Program ngabuburit edukatif ini tidak hanya mengisi waktu kosong, tetapi juga menjadi fondasi bagi pembentukan sumber daya manusia (SDM) berkualitas di Kabupaten Pati.
Dengan metode yang tepat, belajar bahasa Inggris bukan lagi kegiatan yang membosankan, melainkan bagian dari gaya hidup modern yang tetap berakar pada nilai-nilai lokal dan keberkahan bulan Ramadan.
Redaksi Desa Merdeka


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.