Menu ✖

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

KABAR PEMDA · 16 Mar 2026 08:19 WIB ·

Misi Memutus Rantai Kemiskinan Ekstrem Lewat Anyaman Ketak


					Ketua Lembaga Koordinasi Kesejahteraan Sosial (LKKS) NTB, Hj. Sinta Agathia Iqbal Perbesar

Ketua Lembaga Koordinasi Kesejahteraan Sosial (LKKS) NTB, Hj. Sinta Agathia Iqbal

Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat [DESA MERDEKA] – Desa Batu Mekar kini berada di bawah radar perhatian khusus pemerintah. Melalui momentum Bulan Peduli Sosial yang digelar Minggu (15/3/2026), intervensi terhadap kemiskinan ekstrem di wilayah Lingsar tidak lagi hanya mengandalkan bantuan paket sembako, melainkan penguatan pada sektor ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal.

Ketua Lembaga Koordinasi Kesejahteraan Sosial (LKKS) NTB, Hj. Sinta Agathia Iqbal, menegaskan bahwa potensi kerajinan anyaman Ketak di desa ini harus bertransformasi menjadi penopang ekonomi keluarga yang tangguh. Strategi ini diambil agar Desa Batu Mekar tidak hanya bergantung pada sektor pertanian dan perkebunan, tetapi mampu mandiri secara finansial melalui komunitas pengrajin yang solid.

Target Setahun Bebas Miskin Ekstrem
Pemerintah mematok target ambisius: tahun depan, Desa Batu Mekar diharapkan sudah terhapus dari daftar kategori desa miskin ekstrem. Langkah ini didorong dengan menanamkan mentalitas “tidak berjuang sendiri” bagi warga. Kehadiran jajaran LKKS bukan sekadar agenda seremonial lebaran, melainkan upaya validasi lapangan untuk memetakan kolaborasi apa yang paling mendesak dilakukan di desa tersebut.

“Target kami, tahun ini datang membawa bantuan, tahun depan kami hadir untuk mensyukuri prestasi desa ini keluar dari kemiskinan ekstrem,” ujar Bunda Sinta penuh optimisme di hadapan warga di Aula Kantor Desa Batu Mekar.

Investasi SDM: Jaga Tetangga dari Stunting
Selain membenahi urusan dompet warga, intervensi kesehatan menjadi pilar kedua dalam pembangunan Desa Batu Mekar. Meski angka stunting telah turun signifikan dalam dua tahun terakhir, penguatan di level Posyandu tetap menjadi prioritas.

Warga diminta membangun sistem keamanan sosial sederhana: saling memantau kondisi anak-anak tetangga. Kesadaran kolektif ini penting agar kesibukan bekerja di sawah atau menenun ketak tidak membuat para ibu abai membawa anak ke fasilitas kesehatan. Investasi pada kesehatan anak saat ini dianggap sebagai cara paling efektif untuk memutus rantai kemiskinan di masa depan.

Dukungan Penuh dari Akar Rumput
Kepala Desa Batu Mekar, Najamudin, menyambut positif dorongan strategis ini. Baginya, bantuan paket sembako menjelang Idul Fitri adalah “tanda cinta”, namun dorongan untuk mengembangkan potensi lokal adalah “napas panjang” yang sebenarnya dibutuhkan warga untuk menaikkan taraf hidup secara berkelanjutan.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 17 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Gubernur Mahyeldi Apresiasi Dukungan Dunia Usaha Meriahkan Hari Jadi Sumbar ke-81

1 Oktober 2026 - 06:26 WIB

Pendekatan Humanis Warga Percepat Proyek Fly Over Sitinjau

19 September 2026 - 11:12 WIB

Menghidupkan “Mati Suri” Digital di Gerbang Batas Belu

19 September 2026 - 06:45 WIB

Petaka Kotak Kuning di Ujung Antrean Tapal Batas

11 September 2026 - 12:36 WIB

Ibu-Ibu Dasawisma Dipaksa Jinakkan Bom Waktu Sampah Sumbar

3 September 2026 - 21:09 WIB

Dilema Songket di Marketplace, Ujian Berat Kepala DPMD Sumbar

3 September 2026 - 17:15 WIB

Trending di KABAR PEMDA