Padang Pariaman, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] – Gerbang Bandara Internasional Minangkabau (BIM) menjadi saksi dimulainya agenda penting bagi masa depan perempuan di Sumatera Barat. Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, menyambut langsung Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifatul Choiri Fauzi, Selasa sore (17/2/2026). Kunjungan kerja ini membawa misi besar: memperkuat peran perempuan dalam ekonomi melalui peninjauan langsung ke akar rumput.
Menteri Arifatul dijadwalkan berada di Ranah Minang selama tiga hari, hingga 19 Februari 2026. Alih-alih hanya berfokus pada agenda seremonial, kunjungan ini secara strategis menyasar sektor ekonomi mikro yang menjadi napas bagi banyak perempuan di Sumatera Barat.
Dari Sidang Paripurna Hingga Koperasi Merah Putih
Setelah mendarat dengan Garuda Indonesia GA 0162, Menteri PPPA langsung bertolak menuju Kabupaten Sijunjung untuk menghadiri Sidang Paripurna Istimewa Hari Jadi kabupaten tersebut. Namun, sorotan utama kunjungan ini terletak pada agenda hari berikutnya di Kota Padang.
Menteri Arifatul dijadwalkan meninjau Klinik UMKM Minang Bangkit dan Koperasi Merah Putih. Langkah ini dipandang sebagai bentuk validasi pusat terhadap model pemberdayaan ekonomi perempuan di Sumatera Barat yang berbasis koperasi dan pendampingan usaha kecil.
Sinergi Pusat-Daerah Demi Perlindungan Anak
Gubernur Mahyeldi menegaskan bahwa kedatangan Menteri PPPA adalah momentum emas untuk menyinkronkan program pusat dan daerah. Fokus utamanya adalah memastikan program perlindungan anak dan pemberdayaan perempuan berjalan efektif dan tepat sasaran di level desa hingga kota.
“Pemerintah Provinsi Sumbar siap menyukseskan seluruh rangkaian kegiatan Ibu Menteri. Ini adalah bagian dari upaya penguatan sinergitas agar perlindungan anak dan pemberdayaan perempuan di daerah semakin solid,” ujar Mahyeldi.
Kunjungan ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang tinjauan lapangan, tetapi juga melahirkan kebijakan baru yang lebih berpihak pada keselamatan anak dan kemandirian ekonomi perempuan di Sumatera Barat, mengingat peran sentral perempuan dalam struktur adat dan sosial di Minangkabau.


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.