Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

IPTEK · 13 Jan 2026 18:47 WIB ·

Mendes Yandri: Atlet Esports Desa Berpotensi Tembus Pasar Global


					Mendes Yandri: Atlet Esports Desa Berpotensi Tembus Pasar Global Perbesar

Boyolali, Jawa Tengah [DESA MERDEKA] Industri esports bukan lagi sekadar permainan pengisi waktu luang, melainkan ladang ekonomi kreatif baru yang menjanjikan bagi pemuda desa. Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto, meyakini bahwa bakat-bakat tangguh dari pelosok Tanah Air mampu bersaing hingga level internasional dan membawa kebanggaan bagi Indonesia.

Hal ini disampaikan Mendes Yandri saat menghadiri Grand Final Turnamen Esports Desa 2026 di Boyolali, Selasa (13/1/2026). Ia menekankan bahwa talenta muda di desa harus mendapatkan arahan yang tepat agar potensi mereka bisa dikonversi menjadi prestasi profesional.

“Insya Allah, dari lomba ini akan lahir pemain tangguh dan petarung hebat yang membanggakan desa hingga Republik Indonesia,” ujar Yandri yang hadir bersama Wakil Mendes PDT, Ahmad Riza Patria.

Potensi Ekonomi Kreatif yang Menggiurkan
Mendes Yandri menyoroti nilai ekonomi yang sangat fantastis di industri ini. Ia menyebutkan adanya fakta transfer pemain esports yang mencapai angka Rp50 miliar. Angka ini menjadi bukti nyata bahwa esports adalah industri serius yang harus dikelola secara positif sebagai bagian dari peringatan Hari Desa Nasional 2026.

Dirjen Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal, Samsul Widodo, menambahkan bahwa kompetisi ini adalah pintu masuk bagi pengembangan ekosistem ekonomi kreatif di tingkat desa. Pihaknya berencana mengembangkan arena esports desa untuk mencetak tenaga profesional non-pemain.

“Setelah kompetisi ini, kami akan dorong pengembangan talenta menjadi soundcaster, komentator, live streamer, pelatih, hingga wasit profesional,” jelas Samsul.

Ribuan Peserta Rebut Piala Bupati Boyolali
Turnamen yang menjadi magnet bagi 3.000 peserta ini mempertandingkan dua kategori populer, yaitu Free Fire dan Mobile Legends. Selain memperebutkan Piala Bupati Boyolali, para pemenang juga mendapatkan uang pembinaan sebesar Rp10 juta.

Banyaknya jumlah peserta menunjukkan bahwa antusiasme pemuda desa terhadap teknologi dan olahraga elektronik sangat tinggi. Pemerintah berharap, melalui turnamen seperti ini, stereotip bahwa prestasi hanya milik warga kota bisa terpatahkan. Desa kini siap menjadi lumbung atlet digital yang kompetitif dan berdaya saing global.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 33 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Sawah Krandegan Panen 3 Kali Lewat Pompa Surya

22 Mei 2026 - 14:16 WIB

Membongkar Birokrasi Lambat, Desa Sukaindah Bekasi Bersiap Digital

18 Mei 2026 - 22:21 WIB

Hilirisasi Daun Iboih Ubah Wajah Ekonomi Aneuk Batee

2 Mei 2026 - 06:18 WIB

Modal Dengkul Hasil Sawah: Rahasia Sukses Kandang Komunal Kadirejo

13 April 2026 - 17:47 WIB

Sitinjau Lauik Merdeka Sinyal: Mudik 2026 Makin Aman

20 Maret 2026 - 21:32 WIB

Algoritma Baru Google: Angin Segar Buat Berita Desa

19 Maret 2026 - 11:26 WIB

Trending di IPTEK