Jakarta [DESA MERDEKA] – Internet bukan lagi barang mewah, melainkan oksigen bagi urat nadi ekonomi di pelosok. Sadar akan kebutuhan krusial ini, Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani memilih strategi jemput bola ke Jakarta untuk memastikan proyek internet desa Dharmasraya segera mengakhiri isolasi digital di wilayahnya.
Langkah progresif ini berwujud diplomasi pembangunan. Dengan menggandeng Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade, Annisa melobi langsung Direktur Utama Telkomsel Nugroho pada Jumat (14/3/2025). Targetnya konkret: percepatan pembangunan Base Transceiver Station (BTS) di delapan nagari yang tersebar di Kecamatan Asam Jujuhan dan Sembilan Koto.
Selama ini, wilayah perbatasan tersebut terjebak dalam status blank spot. Ketimpangan informasi membuat masyarakat setempat kesulitan bersaing di era ekonomi kreatif. Bagi Annisa, membangun jalan fisik saja tidak cukup jika jalan digitalnya masih buntu.
“Masyarakat Asam Jujuhan dan Sembilan Koto menaruh harapan besar agar pembangunan BTS ini segera terealisasi,” ujar Annisa optimistis, sembari mengapresiasi dukungan legislatif dalam memfasilitasi pertemuan strategis tersebut.
Jika sinyal kuat sudah masuk, efek dominonya akan langsung menyentuh pelayanan publik. Administrasi kependudukan dan layanan kesehatan di tingkat nagari bisa terintegrasi secara real-time tanpa terhambat jarak. Di sektor ekonomi dan pendidikan, infrastruktur telekomunikasi ini bakal menjadi katalisator bagi pemasaran produk UMKM lokal serta menstabilkan akses belajar daring bagi para siswa.
Gayung bersambut, pihak Telkomsel memberikan komitmen penuh. Nugroho menegaskan bahwa pihaknya akan segera memetakan koordinat prioritas di delapan nagari tersebut. Sinergi antara pemerintah daerah, parlemen, dan operator seluler ini menjadi bukti bahwa pemangkasan birokrasi dan isolasi daerah di luar Jawa memerlukan jalur diplomasi yang taktis dan tepat sasaran.
Redaksi Desa Merdeka


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.