Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

LINGKUNGAN · 13 Agu 2025 22:11 WIB ·

Lumbung Pangan di Teras Rumah: Aksi Nyata Desa Gintung


					Lumbung Pangan di Teras Rumah: Aksi Nyata Desa Gintung Perbesar

Pemalang, Jawa Tengah [DESA MERDEKA] Ketahanan pangan nasional ternyata tidak melulu soal sawah berhektar-hektar, melainkan bisa dimulai dari selembar polybag di teras rumah. Di Desa Gintung, Kecamatan Comal, para ibu rumah tangga kini mulai menyulap pekarangan sempit mereka menjadi “lumbung sayuran mini” guna memutus ketergantungan pada fluktuasi harga pasar.

Gerakan bertajuk “Penguatan Ketahanan Pangan Keluarga” yang diinisiasi oleh tim KKN GIAT 12 UNNES pada 3 Agustus 2025 ini menyasar level terkecil pembangunan: meja makan. Dengan menanam kangkung dan cabai secara mandiri, warga desa tidak hanya menghemat pengeluaran, tetapi juga menjamin ketersediaan pangan segar yang lebih sehat dan produktif bagi anggota keluarga.

Kangkung dan Cabai: Strategi Dapur Tangguh
Pemilihan komoditas kangkung dan cabai bukan tanpa alasan. Kangkung dipilih karena siklus panennya yang kilat, hanya memakan waktu 21 hingga 25 hari. Sementara cabai, yang seringkali menjadi pemicu inflasi, dipilih karena nilai ekonomisnya yang tinggi dan frekuensi penggunaannya yang intensif dalam masakan harian masyarakat Desa Gintung.

Ibu-ibu di RT 16 Desa Gintung mendapatkan pembekalan praktis mengenai media tanam polybag. Solusi ini menjadi jawaban telak bagi warga yang selama ini mengeluhkan keterbatasan lahan. Tanpa perlu tanah lapang, kebun mini kini bisa berdiri tegak di balkon, teras, hingga sudut-sudut kecil pekarangan rumah.

Mandiri Pangan Tanpa Modal Besar
Melalui subtema “Gerakan Hijau untuk Keluarga Tangguh Pangan,” mahasiswa membuktikan bahwa kemandirian pangan desa tidak membutuhkan modal selangit. Cukup dengan kemauan, sedikit pengetahuan teknis, dan kebersamaan dalam kelompok arisan, setiap rumah tangga kini bisa menjadi produsen pangan skala kecil.

Kegiatan yang diakhiri dengan pembagian bibit dan polybag ini diharapkan tidak hanya menjadi seremonial belaka, melainkan berubah menjadi budaya baru. Jika setiap rumah di Desa Gintung memiliki kebun mini, maka kemandirian pangan nasional bukan lagi sekadar slogan, melainkan realitas yang tumbuh dari piring makan masing-masing warga desa.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Menagih Janji Dam di Rumah Warga Sungai Duo

6 Agustus 2026 - 15:27 WIB

Nestapa Karangsegar: Siklus Abadi Banjir dan Krisis Air

30 Juli 2026 - 15:16 WIB

Dari Sampah Menjadi Berkah di Akar Rumput Singosari

24 Juli 2026 - 07:32 WIB

Camat Singosari menerima penghargaan Kecamatan Inovatif pada Innovative Government Award (IGA) Kabupaten Malang 2026 melalui inovasi Sanggar Lingkungan Singosari.

Puting Beliung Terjang Talun Rejo, Warga Menanti Bantuan Pemerintah

5 Juli 2026 - 20:33 WIB

Bumi Butuh Healing: Warga Batu Busuak Belajar Rawat Tanah

25 Juni 2026 - 05:31 WIB

Darurat Sampah: Desa di Pati Wajib Miliki Perdes Kebersihan

18 Juni 2026 - 06:08 WIB

Trending di LINGKUNGAN